RELUNG.ID — Musim hujan di Sumatera Selatan (Sumsel) diperkirakan masih akan berlangsung cukup panjang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumsel memprediksi curah hujan dengan intensitas menengah akan terus terjadi hingga April 2026, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, menyampaikan bahwa pada dasarian kedua Januari 2026, sebagian besar wilayah Sumsel berada dalam kategori curah hujan menengah, dengan kisaran 51 hingga 150 milimeter.
“Kondisi ini menandakan aktivitas hujan masih cukup aktif di hampir seluruh wilayah Sumatera Selatan,” ujarnya.
BMKG mencatat, peluang curah hujan menengah mencapai lebih dari 80 persen di sebagian besar daerah. Namun, beberapa wilayah seperti bagian Empat Lawang, Musi Banyuasin utara, Banyuasin utara, dan OKI utara diprediksi berpotensi mengalami curah hujan rendah dengan peluang lebih dari 70 persen.
Sementara itu, potensi hujan dengan intensitas tinggi masih terbuka di sebagian wilayah Muara Enim, meski dengan peluang terbatas. BMKG memastikan tidak ada indikasi hujan sangat lebat dengan intensitas di atas 300 milimeter.
Meski intensitas hujan diperkirakan tidak ekstrem, Wandayantolis menegaskan bahwa risiko bencana hidrometeorologi tetap harus diantisipasi. Kondisi tanah yang jenuh air, dikombinasikan dengan angin kencang, berpotensi memicu banjir, longsor, hingga pohon tumbang.
“Periode puncak musim hujan di beberapa wilayah masih berlangsung. Oleh karena itu, potensi cuaca ekstrem secara lokal tetap ada,” katanya.
BMKG mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memantau informasi cuaca terkini.[THQ]

