RELUNG.ID – Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah di Sumatera Selatan berdampak signifikan terhadap penurunan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Salah satunya di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yang sudah dua hari berturut-turut turun hujan. Hujan tersebut turun pada Sabtu dan Senin dini hari pada 21 September 2026.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muratara, Mugono mengungkapkan pasca hujan turun dua hari berturut-turut berdampak signifikan terhadap karhutla. Dimana karhutla di sejumlah wilayah di Kabupaten Muratara nihil laporan hingga Senin siang pukul 15.00 WIB.
“Untuk hari ini Alhamdulillah tidak ada laporan sejauh ini kebakaran hutan dan lahan. Mudah-mudahan tidak ada lagi. Namun kita tetap standby memantau perkembangan di lapangan,” katanya.
Mugono menambahkan, pihaknya sering mendapatkan laporan terjadinya karhutla di sejumlah titik wilayah Muratara. Bahkan sambung Mugono, dalam sehari pihaknya menangani antara empat sampai lima laporan karhutla.
“Kadang empat kali, kadang tidak istirahat,” ujarnya
Mugono juga menambahkan, dari tujuh wilayah Kecamatan di Kabupaten Muratara, terdapat tiga kecamatan yang banyak terjadi titik karhutla. Meliputi wilayah Kecamatan Rawas Ilir, Karang Dapo dan Karang Jaya.
“Titik karhutla yang paling banyak daerah Rawas Ilir, Karang Dapo dan Karang Jaya. Nah itu banyak lahan gambut,” ungkapnya.
Lebih lanjut, pihaknya menduga sejumlah karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Muratara disebabkan karena puntung rokok. Selain itu, adapula diduga akibat pemilik lahan yang membakar rumput, kemudian ketika pulang lupa mematikan, sehingga api menyebar.
“Penyebab dugaan karena puntung rokok, bakar bekas rumput terus lupa dimatikan sehingga menyambar,” pungkasnya.

