RELUNG.ID- Kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, memburuk pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), kualitas udara Palembang masuk kategori Tidak Sehat.
Konsentrasi partikel halus PM₂.₅ tercatat berada di atas 113 µg/m³ pada pukul 11.00 WIB.
Sesuai Peraturan Menteri LHK Nomor P.14 Tahun 2020, nilai ISPU pada rentang 101-200 masuk kategori Tidak Sehat.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi masyarakat. Warga, khususnya kelompok rentan seperti penderita asma dan penyakit jantung, diimbau mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan.
Memburuknya kualitas udara di Palembang diduga kuat berkaitan dengan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah sekitar kota.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, karhutla menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kualitas udara di Palembang, terutama di tengah musim kemarau.
Sejumlah wilayah di Kota Palembang juga tercatat menjadi titik rawan karhutla, di antaranya Kecamatan Ilir Barat I, Kertapati dan Sematang Borang.
“Kendala utama tim di lapangan adalah ketersediaan air yang minim karena sumber-sumber air di lokasi karhutla mengering,” kata Ratu Dewa usai memimpin upacara HUT ke-81 RI di Jakabaring Sport City (JSC), Senin (17/8/2026).
Untuk mengatasi kendala tersebut, Ratu Dewa telah menginstruksikan jajaran Pemerintah Kota Palembang berkoordinasi dengan Perumda Tirta Musi.
Koordinasi dilakukan untuk mempercepat suplai air yang dibutuhkan petugas dalam melakukan pemadaman di lokasi karhutla.
Pemkot Palembang juga terus berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan guna memperkuat penanganan karhutla.
Di sisi lain, Ratu Dewa mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.
Warga diminta tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan. Selain berpotensi memicu kebakaran, asap dari pembakaran juga dapat memperburuk kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Kondisi udara yang masuk kategori Tidak Sehat pada momentum perayaan HUT RI ke-81 tersebut menjadi perhatian, terutama karena aktivitas masyarakat di luar ruangan meningkat selama rangkaian perayaan kemerdekaan.[DSK]

