RELUNG.ID – Militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) mengancam akan menargetkan siapa pun yang menggantikan Ali Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran.
Ancaman itu muncul di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah setelah Khamenei dilaporkan tewas dalam gelombang serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada akhir Februari lalu.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun resmi berbahasa Farsi, IDF menegaskan bahwa Israel akan terus memburu tokoh-tokoh yang terlibat dalam proses penunjukan pemimpin baru Iran.
“Tangan Negara Israel akan terus mengejar setiap penerus dan setiap orang yang terlibat dalam pengangkatannya,” tulis IDF dalam pernyataan tersebut, seperti dikutip RT, Selasa (10/3/2026).
Militer Israel juga menegaskan tidak akan ragu menargetkan para ulama yang memiliki peran dalam proses pemilihan pemimpin tertinggi Iran.
“Kami tidak akan ragu untuk menargetkan mereka yang terlibat dalam proses ini,” lanjut pernyataan tersebut, merujuk pada anggota lembaga ulama Iran yang memiliki kewenangan memilih pemimpin tertinggi.
Sebelumnya, Majelis Pakar Iran, lembaga ulama yang berwenang menentukan pemimpin tertinggi, pada Senin mengumumkan bahwa Mojtaba Khamenei, putra dari Ali Khamenei, dipilih sebagai penerus.
Keputusan itu diambil setelah sekitar sepekan proses pertimbangan sejak wafatnya pemimpin sebelumnya.
Pejabat keamanan tertinggi Iran, Ali Larijani, menyatakan penunjukan Mojtaba Khamenei menunjukkan bahwa strategi AS dan Israel untuk memanfaatkan kematian Ali Khamenei guna memicu ketidakstabilan politik di Iran tidak berhasil.
Israel sebelumnya juga dilaporkan menyerang markas Majelis Pakar di kota suci Qom, namun serangan tersebut tidak mampu menggagalkan proses pemilihan pemimpin baru Iran.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya menyatakan bahwa perubahan rezim di Iran menjadi salah satu tujuan dalam konflik yang sedang berlangsung. Trump bahkan menuntut Iran untuk menyerah tanpa syarat di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah.[YKP]

