RELUNG.ID – Institute For Essential Services Reform (IESR) terus berupaya untuk mempercepat transisi energi di Sumsel. Salah satunya dengan melakukan Capacity Building.
Hal ini guna memberikan pengetahuan tentang pentingnya transisi energi serta transformasi ekonomi di wilayah Sumsel.
Demikian terungkap dalam kunjungan perwakilan IESR di Kantor Relung Media, Kamis siang (27/2).
Manajer Program Akses Energi Berkelanjutan, Marlistya Citraningrum melalui stafnya Sarah Auliya Furjatullah mengungkapkan, sejak tahun 2023 IESR telah berperan aktif dalam percepatan transisi energi di Sumsel melalui Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel.
Di mana, salah satu programnya yaitu Capacity Building atau meningkatkan kapasitas. Pasalnya, dia menilai saat ini banyak isu nasional yang belum tersampaikan.
“Kami melihat memang banyak isu yang ada di nasional ini belum tersampaikan di sub nasional karena itu perlu adanya peningkatan kapasitas,” katanya.
Terbaru, dia menjelaskan, beberapa revisi peraturan menteri. Menurutnya, hal ini penting secara regulasi karena harus harmonis antara nasional dan sub nasional.
“Lama-lama kebijakan ini tentunya akan turun ke daerah,” katanya.
Sementara itu, Staf Komunikasi IESR, Kurniawati Hasjanah menambahkan, program yang dilakukan IESR ini juga merupakan tindak lanjut dari perjanjian Paris. Di mana, Indonesia berkomitmen untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat.
“Untuk mencapai komitmen tersebut tentunya dibutuhkan dukungan semua pihak khususnya kepala daerah,” pungkasnya. (LWM)

