Kementrian Perdagangan (Kemendag) optimis, Indonesia mampu menguasai pasar produk halal dunia di tahun 2024 mendatang. Hal ini terlihat banyaknya MoU dari para buyer internasional, salah satunya Malaysia.
Tercatat, 14 pelaku usaha Indonesia yang bergerak pada produk halal seperti bidang fesyen muslim dan lain sebagainya menandatangani kontrak kerjasama dengan buyer Malaysia senilai USD 4,3 juta atau sekitar Rp67,3 miliar.
“Kementerian Perdagangan senantiasa mendorong lebih banyak kerja sama dan transaksi yang dilakukan pelaku usaha fesyen muslim Indonesia dengan parabuyer. Ke depannya saya optimis akan lebih banyak kontrak kerjasama dengan buyer internasional lainnya,” kata Mendag, Zulkifli Hasan dikutip dari keterangan resminya, Senin (24/10).
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Didi Sumedi menambahkan, sebagai salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi pelaku utama pada industri fesyen muslim dan produk halal lainnya.
“Saya optimistis Indonesia dapat menguasai pasar produk halal dunia dan mewujudkan target sebagai pusat produsen produk halal dunia tahun 2024,” ujarnya.
JMFW hadir sebagai salah satu platform pengembangan fesyen muslim Indonesia yang diinisiasi Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia guna mewujudkan Indonesia sebagai pusat fesyen muslim dunia.
“JMFW diharapkan dapat menjadi wadah yang merangkul pihak-pihak terkait, tidak hanya unsur kementerian dan lembaga, tetapi juga akademisi, desainer, asosiasi, industri fesyen dan industri penunjangnya (kosmetik, aksesori, dan alas kaki), serta media untuk mewujudkan misi dimaksud,” pungkasnya.

