Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Konferensi AJI Soroti Intimidasi Terhadap Jurnalis yang Meliput Isu Lingkungan
Indeks

Konferensi AJI Soroti Intimidasi Terhadap Jurnalis yang Meliput Isu Lingkungan

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda03/05/2024
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ketua Panitia Kongres XII AJI, Mahdi Muhammad, Foto : Istimewa
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID — Konferensi Kebebasan Pers yang diselenggarakan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) di Palembang menyoroti ancaman serius yang dihadapi oleh jurnalis yang meliput isu lingkungan, dengan peringatan akan potensi peningkatan ancaman tersebut.

Konferensi tersebut, yang merupakan bagian dari Kongres XII AJI yang berlangsung di Palembang, Sumatera Selatan, pada tanggal 3-5 Mei 2024, bertepatan dengan peringatan Hari Kebebasan Pers Dunia yang jatuh setiap tanggal 3 Mei.

AJI mempertemukan jaringan organisasi jurnalis di Asia Tenggara untuk membahas hubungan antara krisis iklim, demokrasi, dan kebebasan pers, dengan tujuan memperkuat solidaritas di tengah ancaman internal dan eksternal di masing-masing negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Baca juga :   Dosen Palembang Temukan Skripsi Mahasiswa Mengandalkan Kecerdasan Buatan AI

Ketua Panitia Kongres XII AJI, Mahdi Muhammad, menjelaskan bahwa tema konferensi ini, ‘Menjaga Kebebasan Pers untuk Keadilan Iklim dan Demokrasi’, dipilih karena perubahan iklim telah menjadi isu yang menarik perhatian publik.

Mahdi menyoroti bahwa meskipun banyak konferensi iklim telah diadakan, tindakan yang signifikan untuk mengurangi atau menghentikan pemanasan global masih minim.

Menurut Mahdi, perubahan iklim telah menyebabkan dampak serius, seperti pemanasan global, kenaikan permukaan air laut, penggundulan hutan, dan banjir di berbagai tempat.

Baca juga :   Kepercayaan Publik Membaik, Media Jadi Lembaga Penjernih Informasi

“Upaya untuk mengurangi dampak perubahan iklim, seperti beralih ke kendaraan listrik, belum cukup mengatasi masalah lingkungan karena masih terjadi penambangan besar-besaran yang merusak lingkungan dan berdampak pada masyarakat, ” kata dia.

Jurnalis, yang terjun ke lapangan untuk meliput isu-isu lingkungan, sering mengalami pelecehan, intimidasi, dan ancaman atas pemberitaan mereka yang dianggap meresahkan.

Data dari Reporter Without Borders (RSF) hingga tahun 2020 menunjukkan bahwa terdapat 53 pelanggaran dan ancaman terhadap jurnalis yang meliput isu lingkungan hidup, dengan 20 jurnalis tewas dalam beberapa dekade terakhir saat meliput isu lingkungan.

Di Indonesia, serangan terhadap jurnalis yang meliput isu lingkungan biasanya berupa pelecehan atau intimidasi. Sebagai contoh, pada Juli 2023, seorang jurnalis media asing yang meliput penambangan nikel di Halmahera Tengah menjadi korban intimidasi oleh petugas keamanan perusahaan tambang.

“Data AJI pada tahun 2023 juga menunjukkan bahwa 15 jurnalis di Indonesia mengalami intimidasi karena meliput isu lingkungan hidup, ” kata dia.

AJI menekankan bahwa tren intimidasi terhadap jurnalis berpotensi meningkat, sehingga langkah-langkah untuk melindungi kebebasan pers dan keamanan jurnalis menjadi semakin penting.

Sehari sebelum Konferensi Kebebasan Pers, AJI juga menggelar Indonesia Fact Checking Summit (IFCS), sebuah forum nasional yang membahas tren gangguan informasi, kecerdasan buatan, dan ekosistem media selama Pemilu 2024. [RG]

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleInspektorat Kota Prabumulih Tanggapi Cepat Viral Video Dugaan Malapraktik Bidan Rangkap Lurah
Next Article Ross Tapsell Sebut Prabowo Gunakan Toxic Positivity dalam Pemilu 2024
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20267 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,917 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,789 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,763 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?