RELUNG.ID – Polisi terus melakukan investigasi penyebab kecelakaan maut antara bus ALS dan mobil tengki Serelaya di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan.
Kecelakaan maut itu mengakibatkan kedua mobil terbakar hingga menyebabkan 16 orang tewas terpanggang didalam mobil dan empat selamat.
“Dari kemarin kami sudah melaksanakan kegiatan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) bersama tim gabungan dan dilanjutkan hari ini jam 9 lagi sampai sekarang. Karena kami harus benar-benar secara detail untuk bagaimana nanti penyebab kecelakaan tersebut,” kata Dirlantas Polda Sumsel, Kombes Maesa Soegriwo pada Kamis, (7/5/2026).
Memang ia mengaku, pihaknya mulai dari kemarin hingga dengan sekarang ini telah mendapatkan keterangan dari kernet bus ALS yang selamat atas nama Fadli.
Dimana keterangan yang bersangkutan menyebut dari sopir bus berusaha untuk menghindari lubang, lalu terjadi tabrakan.
“Namun yang jelas kita tidak bisa menguatkan keterangan dari kernet tersebut, makanya kami datangkan tim TAA (Traffic Accident Analysis) dan Labfor,” ujarnya.
Selain itu tambah Dirlantas, siang ini pihak dari Korlantas Mabes Polri datang untuk mengecek. Kemudian setelah itu pihaknya akan menyandingkan hasilnya secara detail, progres kecelakaan ini dengan Korlantas.
“Mungkin bisa jadi juga memang kita temukan di jalan-jalan di sekitar TKP sekitar 30 sampa 40 meter hingga 100 meter lubang-lubang di jalan sebelah kiri dan kanan, kami juga sudah hitung kedalamannya itu sekitar 2 cm, itu bisa jadi penyebab apa yang disampaikan dari kernek tadi,” ungkapnya.
“Namun yang jelas kita harus menguatkan tadi berapa kecepatan kedua kendaraan itu. Kemudian nanti akan dilihat serpihan hingga bekas rem dari dua kendaraan tersebut,” jelasnya.
Diketahui, ia menambahkan bahwa sopir bus ALS berangkat dari pagi tanggal 2 Mei sekitar pukul 15.00 WIB. Bus tersebut dikemudian. Oleh Malih dengan mengambil penumpang di Semarang dan Tebal.
Selajutnya tanggal 4 Mei sampai di Lampung dan berganti sopir atas nama Alif sekitar pukul 00.00 WIB.
“Mungkin dia istirahat beberapa jam, kemudian lanjut perjalanan hingga akhirnya kejadian jam 12 siang. Bisa jadi sopirnya atas nama Alif kelelahan. Ini harus kami perkuat dengan bukti-bukti yang lain,” timpalnya.
Lebih lanjut, dari keterangan warga sekitar mengatakan tidak ada kendaraan yang berada di depan bus atau truk, baik dari arah Lubuklinggau ke Jambi maupun sebaliknya, kecuali dua kendaraan tersebut.
“Tadi sudah saya tanyakan harusnya di bus itu ada kapak untuk memecah kaca, saya tanyakan sama kernetnya itu sudah ada. Jadi memang kami harus mengumpulkan keterangan sebanyak mungkin maka dari pihak busnya itu yang kelalaian dan sebagainya,” pungkasnya.
Diketahui peristiwa kecelakaan maut terebut terjadi di Jalinsum Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya pada Rabu, 6 Mei 2026 sekitar pukul 12.00 WIB. Kecelakaan itu antara bus ALS Nopol BK 7778 DL dengan mobil tengki Serelaya Nopol BG 8196 QB hingga terbakar dan mengakibatkan 16 orang tewas terpanggang dalam mobil. (NSR)

