RELUNG.ID – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Empat Lawang pada Senin (16/2) sore hingga malam hari menyisakan bencana.
Hujan deras disertai angin kencang memicu amblasnya jalan lintas di Desa Rantau Tenang, tepat di depan Rumah Dinas (Rumdin) Wakil Bupati Empat Lawang.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.00 WIB ini tidak hanya mengancam akses transportasi, tetapi juga mulai merusak fasilitas ibadah di sekitarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga setempat, Yamid, petaka bermula saat hujan lebat mengguyur tanpa henti sejak pukul 16.00 WIB.
Tingginya intensitas air yang tidak dibarengi dengan drainase yang lancar membuat gorong-gorong di depan Rumah Dinas Wabup tersumbat.
“Air meluap hingga ke badan jalan. Karena tekanan air yang besar dan kondisi tanah yang labil, jalan akhirnya amblas,” ujar Yamid.
Dampaknya pun meluas. Fondasi Masjid Al-Khidhir yang terletak tak jauh dari titik amblas dilaporkan mulai bergeser dan ikut amblas, mengancam struktur bangunan masjid yang menjadi pusat ibadah warga tersebut.
Merespons laporan dari Camat Tebing Tinggi, Sapardina Joli, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Empat Lawang langsung menerjunkan 6 personel ke lokasi kejadian pada Selasa (17/2) pagi untuk melakukan asesmen cepat.
Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Empat Lawang, Fero Ananta, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah meninjau lokasi dan segera berkoordinasi dengan Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
“Kami sudah melaporkan kejadian ini secara teknis ke Dinas PUPR agar segera ada penanganan lebih lanjut sebelum kerusakan meluas,” ujar Fero Ananta.
Meskipun kondisi jalan mengalami kerusakan signifikan, pantauan di lapangan menunjukkan kendaraan roda dua maupun roda empat masih dipaksakan melintas.
Namun, pihak berwenang mewanti-wanti adanya potensi amblas susulan jika beban kendaraan terlalu berat atau hujan kembali turun.
“Kendaraan memang masih bisa lewat, tapi kami mengimbau dengan sangat agar masyarakat ekstra waspada saat melintasi titik tersebut. Kondisi tanah masih sangat rawan,” imbaunya. (SLM)

