RELUNG.ID – Pembangunan jalan hauling batu bara di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, resmi dimulai setelah dilakukan seremoni groundbreaking oleh Gubernur Sumsel, Herman Deru, pada Senin (4/8/2025).
Jalan khusus ini diharapkan menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan dan polusi udara akibat lalu lintas kendaraan pengangkut batu bara di jalan umum.
Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Lahat, Nopran Marjani, menyambut baik dimulainya proyek ini dan menegaskan pentingnya keberadaan jalan khusus untuk angkutan batu bara.
Menurutnya, rencana pembangunan jalan ini telah lama diwacanakan sejak masa kepemimpinan Gubernur Sumsel sebelumnya, Alex Noerdin.
“Awalnya jalan ini dikenal sebagai jalan Titan, lalu berubah menjadi jalan Servo. Dulu kendaraan berat dilarang melewati jalan raya karena jalan khusus ini sedang dibangun. Namun setelah masa jabatan Gubernur Alex Noerdin berakhir, jalan kembali dibuka untuk umum meski ada peraturan yang melarang kendaraan batu bara melintas dari Lahat ke Palembang,” katanya, Selasa (5/8/2025).
Ia menyebutkan, penggunaan jalan umum oleh truk batu bara selama ini menjadi keluhan utama masyarakat, terutama karena kemacetan parah dan memburuknya kualitas udara. Untuk itu, masyarakat telah lama menuntut pembangunan jalan khusus sebagai solusi permanen.
Pembangunan jalan hauling ini akan dilakukan oleh pihak swasta, yakni PT Levi Bersaudara Abadi (LBA). Nopran menjelaskan bahwa proyek ini masih dalam tahap awal, dan jalan belum dapat digunakan secara operasional dalam waktu dekat.
“Ini baru groundbreaking, baru dimulai pembangunannya. Jalan ini akan melewati enam desa di wilayah Lahat dan diharapkan bisa mengurangi kepadatan kendaraan di jalan raya,” ujarnya.
Terkait permasalahan izin dan pembebasan lahan, politisi Partai Gerindra itu menyampaikan bahwa PT LBA telah memenuhi syarat-syarat yang berlaku dan telah melakukan proses pembebasan lahan sesuai prosedur.
Ia berharap proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu, yakni pada Desember 2026, sehingga mulai awal tahun 2027 kendaraan batu bara tidak lagi menggunakan jalan umum.
“Ini langkah positif untuk menjawab keresahan masyarakat. Kami berharap semua pihak terlibat bisa bekerja sama demi kelancaran pembangunan dan kepentingan bersama,” pungkasnya. (vid)

