RELUNG.ID- DPRD Provinsi Sumatera Selatan mendesak percepatan pembangunan Bendungan Tiga Dihaji di Kabupaten OKU Selatan yang hingga Juli 2025 baru mencapai progres fisik sebesar 58,14 persen.
Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie, menegaskan proyek strategis nasional ini tidak boleh mangkrak dan harus diselesaikan tepat waktu.
“Ini bukan proyek biasa. Ini infrastruktur masa depan yang akan menentukan kesejahteraan masyarakat Sumsel. Kita tidak boleh biarkan proyek ini terkatung-katung,” tegas Andie, Kamis (10/7/2025).
Andie menyebutkan, pembangunan bendungan bernilai triliunan rupiah itu menghadapi sejumlah persoalan, seperti pembebasan lahan, infrastruktur pendukung yang belum rampung, serta tantangan geografis di lapangan.
Salah satu hambatan krusial adalah pembebasan lahan untuk jalan akses utama seluas 1,85 hektare yang ditargetkan baru selesai maksimal pada 2029.
“Proyek ini sangat vital untuk irigasi, air baku, pengendalian banjir, hingga energi terbarukan. Tapi bagaimana bisa maksimal kalau masih tersendat di masalah lahan?” katanya.
DPRD Sumsel, lanjut Andie, akan terus mengawal proyek ini melalui fungsi pengawasan, termasuk peninjauan lapangan dan rapat koordinasi dengan pemerintah daerah maupun pusat. Ia menekankan pentingnya sinergi antara seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan tidak ada kendala birokrasi yang menghambat.
“Proyek ini harus jadi contoh nyata kolaborasi pusat dan daerah. Rakyat sudah terlalu lama menunggu. Kita tidak ingin bendungan ini mangkrak seperti proyek-proyek besar lain yang terbengkalai,” ujar Andie.
Ia juga berharap manfaat bendungan nantinya benar-benar dirasakan masyarakat, mulai dari peningkatan produktivitas pertanian, penyediaan air bersih, pengendalian banjir, hingga pemberdayaan ekonomi lokal melalui sektor energi dan pariwisata.
“Kami hadir bukan hanya sebagai pengawas, tapi sebagai penggerak. DPRD Sumsel siap jadi mitra strategis untuk menyukseskan proyek-proyek prioritas nasional,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan dari Kementerian PUPR, Matius Tangyong, menyampaikan bahwa Bendungan Tiga Dihaji merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan nasional dan kemandirian bangsa.
Ia menjelaskan bahwa dari delapan paket pekerjaan utama, enam di antaranya telah berjalan. Namun, kondisi geografis kompleks serta kawasan rawan longsor menjadi tantangan teknis tersendiri yang sempat memperlambat konstruksi.
“Dengan dukungan penuh DPRD dan pemerintah daerah, kami optimistis pembangunan ini bisa dipercepat dan selesai sesuai target nasional,” kata Matius.[DSK]

