RELUNG.ID – Letjen (Purn) TNI Nugroho Sulistyo Budi resmi dilantik sebagai Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pada Rabu (19/2/2025).
Ia menggantikan Letjen (Purn) TNI Hinsa Siburian sebagaimana tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 29P Tahun 2025.
Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, dengan Presiden Prabowo Subianto yang langsung mengambil sumpah jabatan Nugroho.
Setelah itu, ia menandatangani berita acara sebagai Kepala BSSN yang baru.
Nugroho Sulistyo Budi lahir pada Januari 1967 dan saat ini berusia 57 tahun. Ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1991 dan satu angkatan dengan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Dalam perjalanan kariernya, Nugroho dikenal sebagai salah satu anggota Tim Mawar, satuan yang diduga terlibat dalam operasi penculikan aktivis Reformasi 1998.
Saat itu, ia disebut memiliki tugas mengumpulkan data dan informasi terkait gerakan yang dianggap radikal.
Beberapa aktivis yang ditangkap dalam operasi tersebut antara lain Desmond Mahesa, Pius Lustrilanang, dan Nezar Patria.
Setelah Reformasi, kariernya terus menanjak. Ia pernah menjadi Staf Ahli Menteri Pertahanan (Menhan) bidang politik di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) sejak 2020 hingga 2024.
Pada tahun 2024, ia diangkat sebagai Inspektur Utama Badan Intelijen Negara (BIN).
Jelang pengangkatannya sebagai Kepala BSSN, Nugroho lebih dulu dimutasi menjadi Perwira Tinggi (pati) TNI karena akan memasuki masa pensiun.
Mutasi tersebut tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/7/I/2025 tertanggal 3 Januari 2025.
Harta Kekayaan Rp7,5 Miliar Tanpa Utang
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 26 Januari 2024, Nugroho memiliki total harta kekayaan senilai Rp7,5 miliar.
Mayoritas kekayaannya berasal dari lima unit tanah dan bangunan yang tersebar di Semarang, Kabupaten Sleman, dan Bogor dengan nilai total Rp6 miliar.
Ia juga memiliki dua kendaraan, yakni mobil Toyota Corolla senilai Rp130 juta dan sepeda motor Verza senilai Rp10 juta.
Selain itu, Nugroho mencatatkan harta bergerak lainnya sebesar Rp153 juta, kas dan setara kas Rp739 juta, serta harta lainnya senilai Rp475 juta. Menariknya, dalam laporan tersebut, ia tidak memiliki utang. (KBP)

