RELUNG.ID – Gubernur Sumsel, Herman Deru angkat bicara terkait dengan ambruknya Jembatan Muara Lawai, Minggu malam (29/5/2025).
Ambruknya jembatan ini dikarenakan truk angkutan batubara bertonase besar yang melintas secara bersamaan.
“Ini kecerobohan, kejadian ini kita serahkan ke pihak kepolisian karena kelalaian dari truk batu bara yang ODOL (Over Dimension Over Loading) , Jadi saya minta untuk ditindak tegas, karena ini pelanggaran,” kata Herman Deru, Senin (30/6/2025).
Atas kejadian tersebut, dia mengaku ini tentunya menjadi bahan Pemprov Sumsel untuk mengumpulkan Bupati Muara Enim, Bupati Lahat dan Wagub Sumsel untuk membahas persoalan ini.
Mengingat ini merupakan akses utama jembatan negara penghubung antar wilayah di Bagian Barat Sumsel. Sehingga akibat kejadian ini tentunya meresahkan dan merugikan masyarakat luas. Pihaknya berharap kejadian ini menjadi momentum dalam melakukan perbaikan regulasi.
“Ini akan menjadi momentum bagi semua pihak pengusaha tambang, angkutan, kepala daerah dan kementerian PUPR. Saya perintahkan Pak Wagub dulu kesana saya mau mendengar laporannya dulu, jadi tidak bisa membuat kebijakan dari atas podium,” terangnya.
Sebelumnya, Kasi Kesra Pemdes Muara Lawai, Hidayatullah menyebutkan, ambruknya Jembatan Muara Lawai ini terjadi sekitar pukul 23.10 WIB. Saat itu, truk pengangkut batubara melintas baik dari Ulu maupun Ilir.
Akibatnya, jembatan yang sudah tua ini tidak mampu menahan beban tersebut hingga akhirnya ambruk.
“Biasanya kalau siang mereka ini gantian melewati jembatan ini, tapi kalau malam mereka semaunya melintas baik dari Ulu maupun dari Ilir,” katanya.
Dia mengaku, akibat truk batu bara ini terkadang jalanan di malam hari pun susah karena banyaknya melintas truk ini.
Ditambah lagi, jembatan di sebelahnya sudah ditutup selama tiga bulan, sehingga hanya mengandalkan satu jembatan.
“Kami harap mobil batu bara ini jangan lagi melewati jalur umum lagi,” harapnya. (THQ)

