RELUNG.ID- Masjid di Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, Kabupaten Aceh Tamiang, menggelar salat tarawih perdana pada Ramadan 1447 Hijriah. Masjid yang sempat viral karena menjadi “penghadang” lautan kayu gelondongan saat banjir bandang kini kembali digunakan untuk beribadah.
Dilansir Antara, Kamis (19/2/2026), warga terdampak bencana bersama para santri memulai rangkaian ibadah dengan mendengarkan tausiah sekitar pukul 20.30 WIB atau setelah salat Isya. Usai tausiah, jemaah melaksanakan tarawih perdana sebagai penanda dimulainya Ramadan 1447 H/2026.
Tumpukan kayu gelondongan yang sebelumnya memenuhi halaman masjid kini telah dibersihkan. Meski begitu, sejumlah kayu masih terlihat melingkari sisi kawasan masjid. Sementara itu, lapisan lumpur yang telah mengering masih tersisa di beberapa bagian area.
Lumpur yang mengering tersebut menyebabkan pelataran masjid dipenuhi debu sehingga para santri harus berulang kali menyapunya sebelum pelaksanaan ibadah.
“Masyarakat umum, alhamdulillah kami juga banyak jamaah yang memang lebih memilih salat di sini. Terbuka juga untuk siapa pun,” ujar Pimpinan Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, Mulkana.
Mulkana menyampaikan rasa syukur karena Masjid Darul Mukhlisin sudah kembali berfungsi setelah sempat dihantam lautan kayu gelondongan akibat banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang. Menurutnya, proses pemulihan seharusnya membutuhkan waktu hingga satu tahun.
Namun berkat bantuan pemerintah dan masyarakat, pemulihan dapat diselesaikan hanya dalam waktu sekitar dua bulan. Aktivitas ibadah di masjid mulai kembali normal sejak 29 Januari 2026, atau kurang lebih dua bulan setelah bencana terjadi.
“Kerjaan yang seharusnya dikejar dalam setahun-dua tahun itu selesai dalam dua bulan kemarin. Jadi, kita ini tidak ada lagi dalam ruangan mana pun tidak ada lumpur lagi,” katanya.[YKP]

