RELUNG.ID – Aksi pencurian kabel listrik di Jembatan Musi VI Palembang yang dilakukan seorang pria bernama Latif (42) tak hanya memicu kemarahan warga, tetapi juga berdampak langsung pada keselamatan pengguna jalan. Sejumlah lampu penerangan di jembatan padam, membuat kondisi di malam hari menjadi rawan.
Menanggapi kejadian tersebut, Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan bergerak cepat melakukan peninjauan lapangan. Kepala Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Sumsel, Affandi, menyebut pihaknya tengah memetakan bagian kabel yang hilang sekaligus menilai dampaknya terhadap sistem penerangan jembatan.
“Untuk masalah ini tetap kami upayakan diperbaiki. Saat ini kami sedang menyisir area jembatan untuk mengetahui kabel mana saja yang dicuri dan seberapa besar pengaruhnya terhadap lampu penerangan,” ujarnya.
Menurut Affandi, prioritas utama perbaikan difokuskan pada penerangan jalur utama agar aktivitas masyarakat di malam hari tetap aman dan nyaman. Kondisi gelap di infrastruktur vital seperti jembatan dinilai berisiko memicu kecelakaan maupun tindak kriminal.
“Kami akan mengutamakan penerangan jalan utama terlebih dahulu supaya tidak terlalu gelap,” katanya.
Proses perbaikan akan dilakukan setelah tahapan pelaporan di kepolisian rampung. Tim teknis kemudian diturunkan untuk menghitung kebutuhan perbaikan secara rinci sebelum pekerjaan dimulai.
“Setelah laporan di polsek selesai, kami turunkan tim untuk merinci kerusakan dan segera melakukan perbaikan. Waktunya sebenarnya tidak lama, yang penting sekarang dipastikan dulu bagian yang hilang,” jelasnya.
Affandi menegaskan pencurian kabel tersebut merugikan masyarakat luas karena mengganggu fasilitas publik yang digunakan bersama. Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya telah dipasang lebih dari enam titik CCTV di jembatan, namun kabel perangkat pengawas itu turut dicuri.
“Kalau sudah gelap seperti ini, masyarakat sendiri yang kesulitan. CCTV juga sebenarnya sudah kami pasang lebih dari enam titik, tetapi kabelnya ikut dicuri,” ungkapnya.[THQ]

