RELUNG.ID – Akibat derasnya arus Sungai Komering yang tak mampu ditahan, jembatan penghubung di Desa Mataram Jaya, Kecamatan Mesuji Raya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, mengalami kerusakan parah.
Dalam sepekan terakhir, kondisi jembatan semakin memburuk hingga nyaris putus, menyebabkan warga harus berjuang mencari alternatif agar tetap bisa melintas.
Demi tetap menjaga aksesibilitas, warga setempat bahu-membahu membangun jembatan darurat dengan menyusun kayu berukuran besar sebagai pengganti sementara.
Hal ini dilakukan agar kendaraan roda dua masih dapat melintas meskipun kondisi jembatan tidak lagi layak.
Menurut Yanto, salah seorang warga setempat, tingginya curah hujan yang menyebabkan derasnya arus sungai telah menggerus tanah penyangga jembatan.
“Sudah sekitar seminggu ini jembatan tidak bisa dilintasi kendaraan bermotor maupun mobil. Kondisinya amblas, baik sisi kanan maupun kiri jembatan jebol,” ujar Yanto, Minggu (2/3/2025).
Tak ingin akses ke desa tetangga semakin terhambat, warga akhirnya berinisiatif melakukan gotong royong membangun jembatan darurat.
“Sebagai solusi sementara, kami bersama warga membangun jembatan kayu agar kendaraan roda dua tetap bisa melewati jalur ini,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Mesuji Raya, Edy Wimarhum, menyatakan bahwa jembatan kayu yang dibangun warga hanya bersifat sementara dan perbaikan permanen harus segera dilakukan.
“Jembatan darurat ini memang solusi sementara agar aktivitas warga tidak terhambat. Namun, perbaikan jembatan utama tetap harus segera direalisasikan,” katanya.
Edy juga mengungkapkan,Kepala Desa Mataram Jaya telah mengajukan permohonan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten OKI untuk memperbaiki jembatan yang rusak parah tersebut.
Selain itu, beberapa hari lalu anggota DPRD Sumatera Selatan juga telah mendengar langsung keluhan warga saat melakukan reses di wilayah Mesuji Raya.
“Kami berharap ada perhatian lebih dari pihak terkait agar perbaikan jembatan bisa segera dilaksanakan. Sebab, jembatan ini merupakan akses penting bagi warga untuk menunjang aktivitas ekonomi mereka,” pungkasnya. (HWJ)

