RELUNG.ID- Perselisihan antara Rachel Vennya dan mantan suaminya, Niko Al Hakim, kian memanas. Kali ini, konflik berdampak langsung pada keluarga Rachel setelah rumah di kawasan Kemang yang ditempati adik-adiknya terancam dijual.
Kuasa hukum Rachel, Sangun Ragahdo, mengungkapkan kliennya mengalami tekanan secara psikis dan materiil. Pasalnya, Rachel harus bersiap mencari tempat tinggal baru bagi keluarganya jika rumah tersebut benar-benar dilepas.
“Kalau memang harus pindah, Rachel harus keluar biaya lagi dan tenaga untuk memindahkan adik-adiknya,” ujar Sangun di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2026).
Keresahan keluarga Rachel memuncak saat sejumlah pihak luar datang ke rumah tersebut untuk melakukan pengecekan. Kedatangan mereka disebut tanpa izin yang jelas dari pihak Rachel, sehingga memicu ketidaknyamanan.
Di sisi lain, kuasa hukum Okin, Axl Mattew, membenarkan adanya rencana penjualan rumah. Ia menyebut pihak Rachel sebenarnya telah mengetahui rencana tersebut sebelumnya.
“Dari keterangan Niko, pihak Rachel sudah tahu. Yang datang hanya sekadar melihat rumah, bukan untuk mengukur atau hal lain,” jelas Axl.
Pihak Okin menegaskan bahwa penjualan rumah merupakan bagian dari upaya menyelesaikan persoalan finansial. Namun bagi Rachel, langkah tersebut dinilai melanggar kesepakatan awal.
Menurut Rachel, rumah itu sejak awal diproyeksikan untuk masa depan anak-anak mereka. Konflik ini pun disebut sudah berlangsung sejak 2021 dan belum menemukan titik terang.
Rumah di Kemang tersebut diketahui dibeli atas nama Okin. Namun, proses renovasi dilakukan menggunakan dana Rachel yang disebut mencapai miliaran rupiah.
Dalam kesepakatan sebelumnya, Rachel mengaku rela melepas hak atas uang mut’ah Rp1 miliar dan nafkah bulanan Rp50 juta, dengan syarat Okin tetap melanjutkan cicilan KPR rumah tersebut.
Namun, cicilan diduga terhenti hingga pihak bank mengeluarkan surat peringatan. Situasi ini yang kemudian mendorong Okin berencana menjual rumah, keputusan yang dianggap Rachel sebagai langkah sepihak.
Meski konflik memanas, kedua pihak disebut masih membuka peluang penyelesaian secara damai. Namun hingga kini, belum ada titik temu terkait nasib rumah yang menjadi sumber sengketa tersebut.[YKP]

