RELUNG.ID – Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, akhirnya menanggapi langkah Presiden Prabowo Subianto yang melakukan perombakan Kabinet Merah Putih pada Senin (8/9). Dalam reshuffle tersebut, lima posisi menteri diganti, sebagian besar merupakan tokoh yang sebelumnya menjabat di era kepemimpinan Jokowi.
Mereka adalah Menko Polhukam Budi Gunawan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, serta Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo.
Jokowi menegaskan, keputusan mengganti atau menunjuk menteri sepenuhnya merupakan kewenangan Presiden Prabowo.
“Reshuffle itu kewenangan penuh Presiden Prabowo,” ujar Jokowi saat ditemui di Solo, Jumat (12/9).
Saat disinggung mengenai pencopotan Budi Arie—Ketua Umum Projo yang dikenal sebagai pendukung Jokowi pada Pilpres 2019—ia memilih untuk tidak banyak berkomentar.
“Saya tidak bisa memberi komentar soal itu. Itu hak prerogatif Presiden,” katanya singkat.
Jokowi juga menampik adanya komunikasi dengan Prabowo terkait perombakan kabinet tersebut. Menurutnya, tidak ada konsultasi maupun pembicaraan sebelumnya.
“Tidak ada. Itu hak prerogatif Presiden. Saya tidak ikut campur. Saya di Solo terus. Belum sempat bertemu dengan Budi Arie, mungkin dalam waktu dekat,” jelas Jokowi, yang kini juga dikenal sebagai ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.[THQ]

