Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Jokowi Ungkap Alasan Bangun Kereta Cepat Whoosh: Bukan Soal Untung, tapi Keuntungan Sosial
Regional

Jokowi Ungkap Alasan Bangun Kereta Cepat Whoosh: Bukan Soal Untung, tapi Keuntungan Sosial

RiyadiBy Riyadi28/10/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Jokowi. Foto : Dok BPMI Setpres
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara terkait sorotan publik terhadap proyek kereta cepat Jakarta–Bandung Whoosh, yang menuai kritik karena nilai utang membengkak dan dugaan penggelembungan anggaran.

Jokowi menegaskan, pembangunan proyek tersebut bukan semata urusan bisnis atau keuntungan finansial, melainkan untuk mengatasi kemacetan parah di Jakarta, Jabodetabek, dan Bandung yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

“Kita harus tahu masalahnya dulu. Di Jakarta kemacetannya sudah parah sejak 30–40 tahun lalu. Jabodetabek juga sama,” kata Jokowi di kawasan Kottabarat, Senin (27/10/2025).

Baca juga :   Viral Penampilan Marawis di Peresmian Gereja, Ternyata...

Menurut perhitungannya, kemacetan di wilayah tersebut menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 triliun per tahun.

“Kalau di Jakarta saja sekitar Rp65 triliun per tahun. Kalau Jabodetabek plus Bandung, bisa di atas Rp100 triliun,” ujarnya.

Atas dasar itu, pemerintah mengembangkan berbagai moda transportasi massal, mulai dari kereta cepat Whoosh, MRT, LRT, KRL, hingga kereta bandara. Tujuannya untuk menekan kerugian akibat kemacetan sekaligus menurunkan emisi karbon.

Baca juga :   Potensi Hujan Deras Kembali Mengguyur Palembang

“Transportasi massal itu layanan publik, bukan untuk mencari laba. Keuntungannya bersifat sosial -seperti pengurangan polusi dan peningkatan produktivitas masyarakat,” tegas Jokowi.

Presiden mencontohkan, subsidi yang diberikan kepada MRT Jakarta juga harus dipandang sebagai investasi sosial, bukan kerugian negara.

“Pemerintah DKI mensubsidi Rp800 miliar per tahun untuk MRT dari Lebak Bulus sampai HI. Kalau semua rute selesai, bisa Rp4,5 triliun per tahun. Tapi itu investasi sosial,” tambahnya.

Baca juga :   Jokowi Tegaskan: Semua Relawan Dukung Prabowo–Gibran Dua Periode

Soal performa Whoosh, Jokowi menyebut hingga kini jumlah penumpang harian mencapai 19.000 orang dengan total lebih dari 12 juta penumpang sejak beroperasi. Ia memperkirakan performa keuangan proyek akan terus membaik.

“Kalau penumpang terus naik dan orang berpindah dari kendaraan pribadi ke transportasi massal, kerugiannya akan makin kecil. Tahun pertama ini saja EBITDA-nya sudah positif,” katanya.

Proyek kereta cepat Jakarta–Bandung memiliki nilai investasi mencapai US$7,2 miliar atau sekitar Rp116,5 triliun, lebih besar dari tawaran awal China sebesar US$6,07 miliar (Rp86,6 triliun). Sekitar 75 persen pendanaan proyek berasal dari pinjaman China Development Bank (CDB), sementara sisanya dari modal konsorsium BUMN PT KAI, Wijaya Karya, PTPN I, dan Jasa Marga.

Baca juga :   Ratusan Massa FMS Dukung Program MBG, Dorong Pelibatan UMKM di Sumsel

Membengkaknya biaya proyek ini memunculkan debat publik terkait beban utang dan transparansi anggaran. Pemerintah saat ini sedang bernegosiasi dengan China untuk melakukan restrukturisasi pinjaman.

Ketua Lembaga Pengelola Investasi (INA) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, pembiayaan utang tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Danantara sudah menerima lebih dari Rp80 triliun dividen dari BUMN. Seharusnya pembiayaan restrukturisasi bisa dikelola dari situ,” kata Purbaya di Jakarta, Senin (13/10).

Baca juga :   Di Solo, Jokowi Tegaskan Arah: Prabowo–Gibran Tetap Berlanjut

Selain isu utang, proyek Whoosh juga dibayangi dugaan penggelembungan anggaran (mark up). Sejumlah pihak mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk turun tangan menelusuri potensi penyimpangan dana dalam proyek strategis nasional tersebut.[YKP]

Jokowi Keuntungan Sosial Whoosh
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKuota Haji 2026 Tetap 221 Ribu Jemaah, Berikut Rinciannya
Next Article Julia Prastini Akui Selingkuhi Suami, Minta Maaf dan Janji Perbaiki Diri
Riyadi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20264 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,871 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,744 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,717 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?