RELUNG.ID – Pemerintah Kabupaten Empat Lawang melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Disperindag, Dishub, dan Bagian Tapem Setda, dengan dukungan TNI-Polri, mulai melakukan penertiban pedagang di Pasar Tebing Tinggi.
Penertiban hari pertama difokuskan di Jalan Letda Abubakardin, khususnya pedagang yang membangun lapak di atas trotoar.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, sejak 17 hingga 19 September 2025, mencakup juga kawasan Pasar Pulo Mas.
Kepala Satpol PP Empat Lawang, Mgs Ahmad Nawawi menjelaskan, bahwa penertiban ini bertujuan mengembalikan fungsi trotoar sebagai hak pejalan kaki.
“Untuk hari ini di Jalan Letda Abubakardin, kita menertibkan pedagang yang bangunannya mengganggu trotoar. Selama mereka berjualan di atas trotoar, itu jelas melanggar, karena trotoar ini hak pejalan kaki,” ujarnya.
Ahmad Nawawi mengakui penertiban memunculkan reaksi beragam dari masyarakat. Mulai dari pro hingga kontra.
Menurutnya, yang mendukung penertiban ini tentunya mereka yang ingin Tebing Tinggi menjadi lebih rapi, baik dan bersih. Sementara yang kontra tentu para pedagang karena dagangannya di atas trotoar harus ditertibkan.
“Tapi prinsipnya, berdagang boleh, asal di tempat yang sudah disediakan,” jelasnya.
Sementara untuk kawasan Pasar Pulo Mas, penertiban dijadwalkan pada Kamis (18/9/2025). Lokasi yang menjadi sasaran adalah sepanjang jalur dari simpang tiga jembatan hingga portal, sesuai keputusan Bupati beberapa waktu lalu.
Kegiatan penertiban ini diharapkan dapat menciptakan ketertiban umum, memperlancar lalu lintas, serta menghadirkan wajah kota Tebing Tinggi yang lebih tertata.
Salah satu warga, Fauzi mengatakan penertiban pasar ini sudah sering dilakukan, namun tidak pernah efektif. Karena tidak ada lapak pasar yang memadai.
“Penertiban terus, tapi pasarnya tak kunjung dibenahi. Sedangkan itu pasar induk kabupaten, apa tidak malu pemerintah, pasarnya sama seperti lapak di pasar kalangan yang bisa bongkar pasang,” cetusnya.
Wati salah satu pedagang, berharap Pasar Tebing Tinggi ada bangunan baru sehingga para pedagang bisa nyaman berjualan. Tidak perlu pindah-pindah lapak dan kucing-kucingan dengan petugas Pol-PP.
“Sudah saatnya di Empat Lawang ada pasar yang megah. Karena pasar ini merupakan satu-satunya di Tebing Tinggi yang merupakan ibukota kabupaten Empat Lawang. Malu dengan daerah lain yang pasarnya tertata rapih,” harapnya. (SLM)

