RELUNG.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang memanfaatkan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 untuk mencetak agen keselamatan cilik. Melalui Children’s Day Festival 2026 di Stasiun Kertapati, Kamis (23/7), puluhan siswa sekolah dasar dibekali pemahaman tentang keselamatan di lingkungan perkeretaapian agar mampu menjadi penyampai pesan keselamatan di tengah masyarakat.
Tak sekadar menggelar lomba mewarnai, KAI merancang kegiatan yang sarat edukasi. Sebanyak 30 peserta diajak memahami tata cara menggunakan transportasi kereta api, mengenal profesi di lingkungan KAI, hingga memahami bahaya beraktivitas di sekitar jalur rel.
Anak-anak mengawali kegiatan dengan menyaksikan animasi edukatif tentang proses pembelian tiket, boarding, hingga tata tertib selama berada di stasiun dan di dalam kereta. Mereka kemudian dikenalkan dengan berbagai profesi penting, seperti masinis, kondektur, Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), dan Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA).
Edukasi semakin menarik melalui dongeng yang dibawakan pendongeng cilik Kampoeng Dongeng, Kak Haura Dzakiyah. Pesan tentang disiplin, kepedulian terhadap lingkungan, dan keselamatan di sekitar rel dikemas dalam cerita yang mudah dipahami anak-anak.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengatakan pembentukan budaya keselamatan harus dimulai sejak usia dini karena anak-anak memiliki peran besar dalam menyebarkan kebiasaan positif di lingkungan keluarga.
“Melalui Children’s Day Festival 2026 ini, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. Mereka tidak hanya mengenal berbagai profesi di PT KAI, tetapi juga memahami bagaimana menggunakan transportasi kereta api dengan aman serta menumbuhkan kepedulian terhadap keselamatan di lingkungan perkeretaapian sejak usia dini,” ujarnya.
Dalam sesi edukasi, peserta juga diberikan pemahaman mengenai larangan bermain di jalur rel, bahaya melempar batu atau benda lain ke arah kereta api, serta pentingnya menaati aturan saat menggunakan transportasi umum.
Menurut Aida, anak-anak diharapkan mampu menjadi pengingat bagi keluarga maupun teman-temannya agar tidak melakukan aktivitas yang membahayakan perjalanan kereta api.
“Kami berharap melalui edukasi yang diberikan sejak dini, anak-anak dapat menjadi agen keselamatan di lingkungan sekitarnya. Mereka dapat mengingatkan keluarga maupun teman-temannya agar tidak melakukan aktivitas berbahaya di sekitar jalur kereta api karena tindakan tersebut tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga dapat mengancam keselamatan perjalanan kereta api dan melanggar ketentuan hukum,” katanya.
Selain edukasi, KAI juga memberikan apresiasi kepada tiga pemenang lomba mewarnai berupa voucher tiket kereta api kelas eksekutif, piagam penghargaan, sertifikat, uang tunai, serta berbagai merchandise. (KPB)

