RELUNG.ID- Menghadapi cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini, di mana kondisi panas terik sering disusul hujan deras disertai angin kencang, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional (Divre) III Palembang meningkatkan kesiapan operasional perjalanan kereta api.
Selain melakukan mitigasi terhadap jalan rel dan jembatan, KAI Divre III juga memperkuat sistem persinyalan dan telekomunikasi, khususnya melalui pemasangan serta optimalisasi proteksi petir di seluruh jalur kereta api wilayah kerja Divre III.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan perjalanan akibat cuaca ekstrem, petir, maupun intensitas hujan tinggi. Sistem persinyalan dan telekomunikasi merupakan sarana vital dalam menunjang keselamatan, ketepatan waktu, dan kelancaran perjalanan kereta api.
Manager Humas Divre III Palembang, Aida Suryanti, menjelaskan bahwa pihaknya secara berkala melakukan pengecekan, pemeliharaan, dan penguatan sistem proteksi petir baik di stasiun maupun lintas jalur.
“KAI Divre III Palembang berkomitmen menjaga keselamatan dan keandalan operasional KA. Dengan penguatan sistem persinyalan, telekomunikasi, dan proteksi petir, kami berupaya memastikan perjalanan KA tetap aman dan lancar meskipun cuaca ekstrem terjadi,” ujar Aida, Senin (6/10/2025).
Sebagai langkah mitigasi, KAI Divre III Palembang telah memasang 218 unit proteksi petir di 32 stasiun dan pos jaga, mulai dari Stasiun Kertapati hingga Stasiun Lubuk Linggau. Sistem proteksi dan grounding dipasang pada gedung perangkat persinyalan, jalur telekomunikasi utama, serta tower Base Transceiver Station (BTS) yang merupakan bagian vital dari jaringan komunikasi KA.
Selain itu, dilakukan perawatan rutin perangkat persinyalan dan telekomunikasi melalui pemeriksaan serta penggantian komponen elektronik yang rentan terhadap kelembapan dan tegangan lebih. Pengukuran sistem grounding juga dilakukan secara periodik untuk memastikan penyaluran arus petir berlangsung optimal.
Upaya mitigasi juga mencakup normalisasi drainase dan saluran air di sepanjang jalur kereta agar sistem persinyalan tetap berfungsi baik, terutama di titik rawan banjir. KAI Divre III juga menyiagakan petugas dan tim reaksi cepat di titik rawan gangguan persinyalan guna memastikan respon cepat terhadap gangguan darurat akibat cuaca ekstrem.
Koordinasi dan monitoring dengan Pusat Kendali Operasi (Pusdalops) dilakukan secara intensif untuk mempercepat pengambilan keputusan saat terjadi gangguan operasional.
Aida menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap layanan perjalanan kereta api selama musim penghujan.
“Dengan langkah-langkah antisipatif ini, KAI Divre III Palembang berharap musim penghujan tidak menjadi hambatan bagi layanan transportasi kereta api. Seluruh tim teknis kami selalu siaga, terutama di area persinyalan dan telekomunikasi yang krusial,” tutupnya.[YKP]

