RELUNG.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang memperluas penggunaan energi surya di fasilitas operasional. Dua fasilitas, yakni Depo Kertapati dan Depo Gerbong Simpang, kini dilengkapi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Masing-masing fasilitas menggunakan solar panel berkapasitas 40 kilowatt peak (kWp).
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengatakan pemanfaatan energi surya menjadi langkah perusahaan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
“KAI terus berkomitmen menghadirkan operasional perkeretaapian yang tidak hanya andal dan efisien, tetapi juga semakin ramah lingkungan,” kata Aida dalam keterangan tertulis, Selasa (22/9/2026).
PLTS 40 kWp di masing-masing depo diproyeksikan menghasilkan sekitar 130 hingga 160 kWh listrik per hari. Produksi tersebut bergantung pada cuaca, intensitas matahari dan kinerja perangkat.
Listrik dari panel surya digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional depo. Termasuk aktivitas perawatan dan kegiatan pendukung operasional sarana perkeretaapian.
KAI menggunakan sistem on-grid. Artinya, PLTS terhubung langsung dengan jaringan listrik PLN.
Sistem tersebut memungkinkan energi dari panel surya digunakan untuk kebutuhan listrik fasilitas. Sementara jaringan PLN tetap menjadi sumber pendukung untuk menjaga keandalan pasokan.
“Penggunaan sistem on-grid memungkinkan energi surya yang dihasilkan dapat langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional. Di sisi lain, jaringan PLN tetap terhubung sehingga kebutuhan listrik di fasilitas depo dapat berlangsung secara andal,” jelas Aida.
Kurangi Emisi Karbon
Penggunaan PLTS juga ditargetkan mengurangi emisi karbon. Setiap instalasi PLTS berkapasitas 40 kWp diproyeksikan mampu menekan emisi sekitar 126,4 hingga 139,2 kilogram CO₂ per hari.
Jika dihitung dalam setahun, satu instalasi berpotensi mengurangi emisi sekitar 46 hingga 54 ton CO₂.
Produksi listrik dan besaran pengurangan emisi dapat berubah. Faktor yang memengaruhi antara lain cuaca, intensitas radiasi matahari, posisi panel, efisiensi inverter dan kebersihan panel.
Sebelumnya, KAI Divre III Palembang telah memasang solar panel di Kantor Divre III Palembang dengan kapasitas total 122 kWp.
Instalasi tersebut rata-rata mampu menyumbang sekitar 60 persen dari kebutuhan listrik bangunan.
Aida mengatakan pemanfaatan energi terbarukan menjadi bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di lingkungan KAI.
“Implementasi ESG merupakan bagian penting dalam perjalanan KAI menuju bisnis yang berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, KAI akan terus mengembangkan pemanfaatan teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi energi sekaligus menekan emisi.
Langkah tersebut juga diarahkan untuk mendukung target nasional menuju Net Zero Emission (NZE) 2060. (KPB)

