RELUNG.ID– Karina Ranau menjalani pemeriksaan visum setelah diduga menjadi korban tindakan kekerasan oleh seorang pria tak dikenal di depan warung miliknya di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses hukum yang ditempuh Karina usai melaporkan insiden yang membuatnya terjatuh dan mengalami luka ringan.
Karina mengungkapkan, dirinya telah mendatangi kantor polisi untuk membuat laporan resmi terkait dugaan kekerasan yang dialaminya. Dalam proses pelaporan itu, ia juga mengikuti prosedur yang ditetapkan penyidik, termasuk menjalani pemeriksaan medis guna kepentingan visum.
“Saya datang melapor dan memang prosedur di sana kami harus ikutin prosedurnya untuk bikin laporan. Untuk ngebawa orang juga harus ada sesuai BAP-nya, ada bukti visumnya apa segala macam,” ujar Karina.
Insiden tersebut bermula ketika Karina menegur seorang pria yang memarkirkan sepeda motornya di area yang dinilai mengganggu akses di sekitar warung miliknya. Teguran yang awalnya disampaikan secara baik-baik justru memicu adu mulut.
Menurut Karina, pria tersebut menunjukkan emosi saat diminta memindahkan kendaraannya. Tak lama kemudian, pria itu diduga menghampirinya dan melakukan kontak fisik.
Karina mengaku sempat mengira akan dipukul. Namun, pria tersebut disebut justru mendorong tubuhnya dengan keras hingga terjatuh.
“Ternyata dia enggak mukul, dia mendorong. Dan mendorongnya kencang banget. Emosi yang dia bawa dari sana ke sini, saya didorong posisinya di sini, kencang banget sampai jatuh ke sana,” katanya.
Akibat kejadian itu, Karina mengalami luka pada bagian kaki dan sempat merasa syok. Meski tidak mengalami cedera serius, ia memutuskan melanjutkan kasus tersebut ke jalur hukum agar mendapatkan keadilan.
Saat ini, hasil visum yang dijalaninya masih menunggu proses dari pihak terkait dan belum dapat diketahui dalam waktu dekat.
“Hasilnya belum tahu, kalau hasilnya kan enggak langsung, katanya bisa semingguan hasil visum itu,” tuturnya.
Kasus tersebut sebelumnya menjadi perhatian publik setelah Karina membagikan kronologi kejadian melalui media sosial. Ia juga mengunggah sejumlah dokumentasi yang memperlihatkan kondisi dirinya setelah insiden terjadi.
Karina berharap laporan yang telah dibuat dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian. Ia juga berharap kejadian serupa tidak terulang dan menjadi pelajaran bahwa segala bentuk tindakan kekerasan harus diproses sesuai hukum yang berlaku.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti terkait laporan dugaan kekerasan yang dialami Karina Ranau.[YKP]

