RELUNG.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih terus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat lewat keberadaan koperasi Merah Putih yang kini tersebar di seluruh wilayah kota.
Sebanyak 45 koperasi Merah Putih telah resmi berbadan hukum dan mulai beroperasi aktif, salah satunya melalui penjualan gas LPG 3 kilogram kepada masyarakat dengan harga stabil.
Sekretaris Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kota Prabumulih, Herman Tono, menyebut seluruh koperasi Merah Putih tersebar di 12 desa dan 33 kelurahan. Meskipun baru berfokus pada distribusi LPG 3 kg, koperasi ini telah memberikan dampak positif dengan kemudahan akses dan kestabilan harga bahan bakar subsidi.
“Setiap koperasi telah memiliki badan hukum, yang menjadi fondasi penting dalam pengelolaan organisasi dan menjamin kepercayaan anggota. Distribusi LPG 3 kg tetap berjalan lancar meski frekuensinya berbeda-beda. Namun secara umum stok tetap aman,” ujar Herman saat diwawancarai, akhir pekan lalu.
Ia menambahkan, harga jual gas tetap dijaga pada angka Rp21 ribu per tabung, sesuai dengan ketentuan pemerintah. Untuk pembelian, warga diwajibkan membawa KTP agar distribusi lebih tertib dan subsidi tepat sasaran.
Kehadiran koperasi Merah Putih dinilai memberikan keuntungan ganda. Selain memperluas jangkauan distribusi LPG ke masyarakat, koperasi ini juga menjadi pintu masuk warga untuk aktif dalam kegiatan ekonomi berbasis komunitas. Herman menyebut, tiap desa dan kelurahan memiliki koperasi masing-masing, sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh untuk membeli LPG atau bergabung sebagai anggota koperasi.
“Cukup dengan KTP yang sesuai wilayah dan menyetorkan simpanan pokok, wajib, dan sukarela sesuai kesepakatan koperasi, masyarakat bisa bergabung. Ini juga menjadi bagian dari upaya membangkitkan semangat berkoperasi dan kemandirian ekonomi warga,” jelasnya.
Saat ini, Pemerintah Kota Prabumulih juga tengah menyiapkan skema pembiayaan untuk mendorong pengembangan usaha koperasi Merah Putih. Salah satunya melalui dukungan pemerintah daerah dan perbankan. Proposal bisnis bahkan tengah disiapkan untuk diajukan ke bank-bank nasional seperti Mandiri, BNI, dan BRI, sebagai sumber potensial pembiayaan usaha koperasi di masa mendatang.
“Dengan sistem yang tertata, ke depan koperasi Merah Putih diharapkan tidak hanya menjual LPG, tapi juga berkembang menjadi wadah usaha produktif lain. Ini langkah awal menuju koperasi sebagai motor penggerak ekonomi lokal,” pungkas Herman. (SMP)

