RELUNG.ID – Kasus bocah tiga tahun berinisial RA yang meninggal dunia dengan tubuh dipenuhi cacing pita di Sukabumi, kini mendapat sorotan dari Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi.
Pria yang akrab disapa Kang Dedi ini mengambil tindakan tegas terhadap Desa Cianaga yang dianggap tidak mampu mengurus warganya.
Dalam pidatonya saat Rapat Paripurna DPRD Jabar, Dedi Mulyadi mengatakan, hari ini kita mempunyai derita, seorang anak berinisial RA berusia 3 tahun, dan berasal dari kabupaten Sukabumi pada sebuah kampung terpencil.
Ibunya ODGJ, sedangkan bapaknya mengalami TBC. Anak itu, tiap hari di kolong, dia meninggal di rumah sakit dalam keadaan seluruh cacing keluar dari mulut dan hidungnya.
“Betapa kita gagap dan betapa kita lalai. Kenapa? Perangkat birokrasi yang tersusun sampai tingkat RT ternyata tidak bisa membangun empati, Kenapa? karena manusia tidak terbangun dari dalam nalar dan rasa,” katanya.
Disaat semua orang berbicara anggaran, tetapi lupa di balik anggaran ada rasa dan cinta yang bisa mengadakan apa yang ada dan mentiadakan yang tiada. Menurutnya, kerangka itu adalah koreksi diri.
“Jadi saya memutuskan terhadap desa itu memberikan hukuman saya tunda bantuan desanya karena desanya tidak mampu ngurus warganya.” tegasnya.
Seperti diketahui, Sebuah unggahan @rumah_teduh_sahabat_iin sontak menuai sorotan di media sosial atas unggahan yang memilukan pada, Jumat (15/8/2025) lalu
Unggahan tersebut mengisahkan seorang bocah berusia tiga tahun di Sukabumi yang meninggal dunia dengan tubuh yang dipenuhi dan digerogoti oleh cacing pita.
Bocah tersebut bernama RA yang merupakan anak dari U (32) dan E. Mereka tinggal di sebuah perkampungan di Desa Cianaga, Kecamatan Kebandungan, Kabupaten Sukabumi. (LWM)

