Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Hukum»Kasus Dugaan Penganiayaan Bocah SDN 150, Kapolrestabes: Masih Dalam Penyelidikan
Hukum

Kasus Dugaan Penganiayaan Bocah SDN 150, Kapolrestabes: Masih Dalam Penyelidikan

RiyadiBy Riyadi04/11/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Bocah di Palembang yang mengalami kondisi mata lebam dan memerah seusai pulang dari sekolah. Foto : Istimewa
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID — Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Palembang terus menyelidiki kasus dugaan penganiayaan terhadap FR (7), siswi kelas 1 SDN 150 Palembang yang sempat viral di media sosial setelah matanya mengalami luka memerah dan lebam.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihhartono menegaskan bahwa hingga kini kasus tersebut masih dalam penyelidikan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Palembang.

“Kasusnya masih dalam penyelidikan anggota Satreskrim Polrestabes Palembang, Unit PPA,” ujar Kombes Harryo, Selasa (4/11/2025) sore.

Baca juga :   Gudang BBM Ilegal di Muara Enim Terbakar, Polisi Buru Pemilik Gudang

Menurut Harryo, penyidik telah melakukan pemeriksaan medis (visum) terhadap korban untuk memastikan penyebab luka pada bagian mata FR.

“Untuk hari ini sudah dilakukan visum, kami masih menunggu hasilnya. Nanti akan kami sampaikan, sifatnya terbuka,” jelasnya.

Ia mengatakan, hasil visum menjadi salah satu bukti awal penting dalam proses penyelidikan untuk mengetahui apakah terdapat bekas benturan benda tumpul atau benda tajam yang menyebabkan mata korban memerah.

Baca juga :   KPK Sita Uang dari OTT Gubernur Riau Abdul Wahid, 9 Orang Dibawa ke Jakarta

“Hasil visum akan memberikan gambaran awal mengenai peristiwa yang terjadi,” tegas Harryo.

Harryo menyampaikan bahwa hingga kini penyidik sudah memeriksa empat orang saksi, terdiri dari kepala sekolah, wali kelas, dan guru pengganti yang diduga mengetahui kejadian tersebut.

“Total saksi hingga kini sudah empat orang yang diperiksa,” katanya.

Baca juga :   Viral Polisi di Medan Diduga Minta Transfer untuk Tilang

Penyidik juga tengah mencocokkan hasil pemeriksaan awal dari puskesmas, tempat FR pertama kali diperiksa sebelum dirujuk ke rumah sakit.

“Awalnya anak tersebut diperiksa karena ada bintik merah di matanya. Kami akan mencocokkan hasil pemeriksaan itu dengan kondisi mata korban yang kemudian memerah di kedua sisi,” terangnya.

Selain fokus pada dugaan kekerasan, polisi juga menelusuri riwayat kesehatan korban, termasuk laporan dari pihak sekolah yang menyebut FR sempat mengalami batuk selama hampir satu bulan terakhir dan kesulitan menulis di kelas.

Baca juga :   18 Remaja Kayuagung Diamankan Polisi, Diduga Hendak Tawuran

“Diketahui korban memiliki riwayat batuk dan kesulitan menulis, hingga akhirnya dipindahkan dari bangku belakang ke bagian depan agar lebih mudah diawasi,” ujar Harryo.

Ia menegaskan, pihak kepolisian menghargai laporan orang tua korban dan akan menangani perkara ini secara profesional dan transparan.

“Kami berkomitmen menangani kasus ini secara objektif berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti-bukti yang sah,” tutupnya.

Baca juga :   Jelang Pengundian Nomor Urut di Empat Lawang, 167 Personel Polisi Disiagakan

Sementara itu, FR saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Bari Palembang. Pihak LBH Bima Sakti, yang mendampingi keluarga korban, menyebut kondisi FR mulai membaik dan sudah bisa diajak berbicara. [DNP]

Bocah SD dugaan penganiayaan Polisi SD Negeri 150
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKebut Proses Penyidikan Perkara Dugaan Mark Up Pembebasan Lahan Kolam Retensi, Polda Sumsel Periksa 34 Saksi
Next Article Pimpin Fit and Proper Test, Wali Kota Palembang Minta PDAM Tirta Musi Profesional dan Inovatif
Riyadi

Related Posts

Hukum

Rumah Dinas Jadi Markas Judol, Letkol Arman Ditahan Pomdam Jaya

09/10/20268 Views
Hukum

Penampakan Indra Kenz Kembali Masuk Lapas Tangerang Usai Pembebasan Bersyarat Dicabut

09/10/20266 Views
Regional

Pemuda di Palembang Rampok Teman Mantan Pacarnya

09/10/20263 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,882 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,754 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,729 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?