RELUNG.ID- Ketua Komisi IV DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) M Yansuri menyoroti kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Modern Cinde (Ardilon Plaza) yang kini tengah diselidiki oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel. Ia menilai sejak awal perencanaan proyek tersebut sudah bermasalah.
“Perencanaannya dari awal sudah salah, atau mungkin ada tanda kutip lain. Nah, itu yang sekarang sedang diusut oleh jaksa,” ujar Yansuri kepada wartawan, Senin (14/4/2025).
Pernyataan itu menanggapi pemanggilan sejumlah saksi oleh tim penyidik Pidana Khusus Kejati Sumsel pada Kamis (10/4), termasuk mantan Wali Kota Palembang Harnojoyo dan pejabat Biro Hukum Setda Provinsi Sumsel berinisial HP. Keduanya dimintai keterangan terkait mangkraknya proyek pembangunan Pasar Cinde yang kini menjadi sorotan publik.
Yansuri mengatakan, pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan berharap aparat penegak hukum mengusut tuntas siapa yang paling bertanggung jawab.
“Pasti akan dikejar sampai ke kontraktornya. Letak macetnya di mana, harus jelas. Yang pasti, ada keterkaitan antara Pemprov dan Pemkot, karena tanah milik provinsi, sementara bangunan milik kota,” terangnya.
Terkait kelanjutan pembangunan, Yansuri menyatakan Komisi IV DPRD Sumsel siap menganggarkan dana untuk membangun kembali Pasar Cinde jika aset tersebut kembali dikelola oleh provinsi.
“Kalau sudah selesai proses hukumnya dan dikembalikan ke provinsi, Insya Allah kami di Komisi IV akan menganggarkan. Tapi kami tidak sepakat kalau bangunannya harus diganti. Harus jelas dulu siapa yang dulu menghancurkannya dan siapa yang bertanggung jawab,” tegasnya.
Politisi Partai Golkar itu juga mengingatkan pentingnya menjaga warisan budaya. Menurutnya, Pasar Cinde memiliki nilai sejarah sebagai bangunan cagar budaya yang seharusnya tidak dimusnahkan begitu saja.
“Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi di Palembang. Pasar Cinde itu bangunan cagar budaya, seharusnya dilestarikan, bukan malah diabaikan,” pungkasnya.[DSK]

