RELUNG.ID – Ketua Komisi IV DPRD Sumatera Selatan, M. Yansuri, menyoroti kondisi lalu lintas pasca libur panjang Idulfitri 2026.
Ia menilai keberadaan jalan tol di wilayah Sumatera Selatan mulai menunjukkan dampak positif, meski persoalan kemacetan belum sepenuhnya terurai.
Menurutnya, arus kendaraan di ruas tol selama periode arus balik terpantau relatif lancar. Namun, kepadatan justru terjadi saat kendaraan keluar dari tol dan kembali memasuki jalan nasional maupun jalan provinsi.
“Lalu lintas di tol sudah cukup baik. Tapi saat keluar ke jalan umum, kemacetan masih terjadi. Ini perlu perhatian serius,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).
Ia mencontohkan wilayah Betung yang hingga kini masih menjadi salah satu titik rawan kemacetan. Kondisi ini dipicu belum terhubungnya sejumlah ruas tol secara menyeluruh, sehingga kendaraan masih terkonsentrasi di jalur lama.
Yansuri menjelaskan, salah satu proyek strategis yang belum rampung adalah ruas tol yang menghubungkan Betung dengan Sungai Lilin.
Selama konektivitas tersebut belum terselesaikan, beban kendaraan akan terus bertumpu pada jalan non-tol.
Selain itu, kondisi serupa juga terjadi di jalur Prabumulih menuju Lahat yang masih dalam tahap pembangunan. Ia menilai, keterlambatan penyelesaian proyek-proyek ini membuat potensi kemacetan terus berulang, terutama saat momen arus mudik dan balik Lebaran.
“Fungsi utama tol adalah mengurangi beban di jalan umum. Tapi kalau belum tersambung sepenuhnya, dampaknya belum maksimal,” jelas politisi dari Partai Golkar tersebut.
Lebih lanjut, ia mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap manajemen lalu lintas, khususnya saat periode puncak mobilitas masyarakat.
Pemerintah diharapkan dapat menyiapkan langkah antisipatif guna menghindari penumpukan kendaraan di titik-titik tertentu.
Sebagai solusi jangka panjang, DPRD Sumsel menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur jalan tol yang tersisa. Dengan konektivitas yang utuh, distribusi kendaraan dinilai akan lebih merata.
Ia juga menambahkan, keberadaan tol di masa depan berpotensi mengurangi kepadatan kendaraan berat di jalan umum, termasuk angkutan batubara.
Dengan tersedianya jalur alternatif, kendaraan pribadi dapat beralih ke tol sehingga lalu lintas menjadi lebih tertib.
“Kalau seluruh ruas tol sudah terhubung, kendaraan akan tersebar lebih merata. Jalan umum pun tidak lagi terlalu padat,” pungkasnya. (DSK)

