RELUNG.ID- Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Daerah Pemilihan (Dapil) 1 yang meliputi Kecamatan Ilir Barat I, Ilir Barat II, Bukit Kecil, Gandus, Kertapati, Seberang Ulu I, Seberang Ulu II, dan Plaju, menggelar Reses Tahap II Tahun Anggaran 2025 di SMA Negeri 11 Palembang, Puskesmas Pakjo, dan Kantor Lurah Siring Agung, Palembang, pada Rabu (12/2/2025).
Reses ini dipimpin oleh Koordinator Reses, Chairul Matdiah (Demokrat), bersama lima anggota dewan lainnya: Aryuda Perdana Kusuma (Golkar), Firmansyah Hakim (NasDem), Romiana Hidayati (PDIP), Muhammad Toha (PKS), dan Abdullah Taufik (Gerindra).
Chairul Matdiah menegaskan bahwa kegiatan reses ini merupakan wadah bagi anggota dewan untuk mendengarkan langsung permasalahan, harapan, serta kebutuhan masyarakat, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial kemasyarakatan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan akan kami perjuangkan. Keluhan dan kebutuhan masyarakat akan kami bawa dalam rapat paripurna pada 23 Februari 2025 mendatang,” ujar Chairul.
Salah satu contoh konkret yang disampaikan adalah perbaikan musholla di SMA Negeri 11 Palembang, yang sudah disepakati oleh pihak sekolah dan dewan.
Terkait dengan aspirasi masyarakat, Aryuda Perdana Kusuma mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggelar rapat dengan mitra Komisi IV DPRD Sumsel. Saat ini, mereka sedang menunggu instruksi lanjutan setelah pelantikan kepala daerah pada 20 Februari, yang akan dilanjutkan dengan Diksar selama 8 hari di Magelang.
“Para bupati dan wakilnya akan standby, dan pasti ada pengarahan lanjutan,” kata Aryuda.
Politisi Partai Golkar ini juga menjelaskan bahwa mereka telah berdiskusi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan masih menunggu instruksi lebih lanjut.
“Apa yang akan diusulkan nanti harus benar-benar tepat sasaran dan mendesak,” tambahnya.
Romiana Hidayati meminta agar masyarakat yang memiliki aspirasi untuk membuat proposal dan mengajukannya ke DPRD Sumsel, yang kemudian akan diteruskan ke Pemprov Sumsel.
“Proposal sebaiknya diserahkan kepada Lurah untuk dimasukkan dalam Musrenbang Kelurahan, kemudian diajukan ke Kecamatan. Jika belum masuk, bisa diajukan lagi,” ujarnya.
Lurah Siring Agung, Ahmad Faisal, mengapresiasi kehadiran para wakil rakyat tersebut. Ia juga menyampaikan usulan pembangunan kantor Lurah Siring Agung yang baru, yang rencananya akan dibangun di tanah di belakang kantor lama, sedangkan kantor lama akan digunakan sebagai area parkir.[DSK]

