Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026

Tak Ada Penerbangan ke Palembang, Percuma Status Bandara Internasional

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Saturday, 10 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Kemacetan Jalintim Palembang–Betung Berpotensi Rugikan Ekonomi Rp2,4 Miliar per Hari
Regional

Kemacetan Jalintim Palembang–Betung Berpotensi Rugikan Ekonomi Rp2,4 Miliar per Hari

alwiBy alwi11/08/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Kondisi kemacetan di Jalintim. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Kemacetan berkepanjangan di ruas Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang–Betung, tepatnya di kawasan KM 17 Kabupaten Banyuasin, mendapat perhatian serius dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Selatan.

Organisasi dunia usaha itu menilai kondisi tersebut tidak hanya menghambat mobilitas kendaraan, tetapi juga berdampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi di Sumsel.

Baca juga :   Jalan Bergelombang di Jalintim Palembang–Betung, Herman Deru Minta Perbaikan Diprioritaskan 

Ketua Umum Kadin Sumsel, Affandi Udji mengatakan, pihaknya mendukung penuh upaya pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur jalan nasional.

Namun, menurutnya, pelaksanaan proyek harus dibarengi dengan manajemen lalu lintas yang baik agar tidak menimbulkan kerugian ekonomi yang lebih besar.

“Perbaikan infrastruktur memang sangat diperlukan, tetapi proses pengerjaannya juga harus memperhatikan kelancaran distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat. Jangan sampai manfaat pembangunan justru tertutupi oleh dampak kemacetan yang berkepanjangan,” ujar Affandi, Senin (10/8/2026).

Baca juga :   Pria Tanpa Identitas Tewas Terlindas Truk Trailer di Jalintim Palembang-Betung

Affandi menilai antrean kendaraan yang mencapai puluhan kilometer dengan waktu tunggu hingga berjam-jam telah berkembang menjadi persoalan ekonomi, terutama bagi sektor logistik yang mengandalkan Jalintim sebagai jalur distribusi utama.

Berdasarkan perhitungan Kadin Sumsel, setiap truk bertonase sedang hingga besar yang tertahan selama satu jam diperkirakan mengalami tambahan biaya sekitar Rp250 ribu.

Biaya tersebut meliputi konsumsi bahan bakar, operasional kendaraan, biaya pengemudi, hingga hilangnya produktivitas.

Baca juga :   Asap Sudah Masuk Paru-paru, Petugas Berjibaku, Pemerintah Masih Bilang "Kita Cek Dulu"

Dengan asumsi sedikitnya 800 truk terjebak antrean sepanjang sekitar 20 kilometer selama rata-rata empat jam, kerugian langsung yang dialami sektor transportasi diperkirakan mencapai Rp800 juta dalam satu kali kejadian kemacetan.

Menurut Affandi, dampak tersebut tidak berhenti pada perusahaan angkutan. Jalintim merupakan jalur utama distribusi berbagai kebutuhan, mulai dari bahan pangan, bahan baku industri hingga komoditas ekspor unggulan Sumatera Selatan seperti karet, kelapa sawit, dan kopi.

Keterlambatan distribusi dinilai dapat mengganggu rantai pasok dan aktivitas ekonomi secara lebih luas.

Baca juga :   SKB Empat Menteri Mulai Berlaku, Truk Tonase Besar yang Beroperasi Musim Lebaran Mulai Ditertibkan

Kadin Sumsel memperkirakan efek berantai dari terganggunya distribusi tersebut mencapai tiga kali lipat dari kerugian langsung sektor logistik, sehingga total dampak ekonomi yang ditimbulkan dapat mencapai sekitar Rp2,4 miliar setiap hari.

“Jika kondisi ini terus berlangsung, nilai kerugian yang ditanggung dunia usaha dan masyarakat berpotensi melampaui biaya pembangunan fisik jalan itu sendiri,” kata Affandi.

Kadin mencatat, apabila kemacetan parah berlangsung selama 3,5 hari, total kerugian ekonomi diperkirakan telah mencapai Rp8,4 miliar. Nilai tersebut disebut setara dengan estimasi biaya pembangunan sekitar satu kilometer jalan beton baru.

Baca juga :   Targetkan Panen 5 Ton per Hektare, Polres Prabumulih Gelar Tanam Jagung Serentak

Untuk itu, Kadin Sumsel meminta seluruh pemangku kepentingan, termasuk Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), pemerintah daerah, kepolisian, serta kontraktor pelaksana, segera melakukan evaluasi terhadap pengaturan lalu lintas selama proyek berlangsung.

Sejumlah langkah yang diusulkan antara lain mempercepat penyelesaian pekerjaan pada titik-titik kritis, mengoptimalkan pekerjaan malam hari melalui sistem shift, serta memanfaatkan metode konstruksi yang lebih efisien agar durasi pengerjaan dapat dipersingkat.

Selain itu, Kadin juga mendorong penempatan petugas lalu lintas secara penuh di lokasi proyek, penyediaan kendaraan derek untuk mengantisipasi kendaraan mogok, serta penyediaan sistem informasi kondisi lalu lintas dan rute alternatif secara real-time bagi pelaku usaha logistik.

Baca juga :   Kebakaran Hebat Lahap Rumah Dua Lantai dan Delapan Bedeng di Bukit Kecil Palembang

Secara khusus, Kadin Sumsel meminta PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) mempercepat penyelesaian pekerjaan hingga tuntas agar arus distribusi kembali normal dan tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi daerah.

“Jangan sampai upaya membangun infrastruktur justru berdampak pada melemahnya ketahanan ekonomi daerah, memicu kenaikan harga barang, dan menurunkan daya saing komoditas unggulan Sumatera Selatan,” tutup Affandi. (LWM)

Jalintim Kemacetan Palembang-Betung
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKarhutla Belum Sebabkan Asap, Komisi V DPRD Sumsel Sebut Sekolah Tak Perlu Diliburkan
Next Article Drama Rujuk Berujung Maut di Mesuji, Yanti Ditembak Mantan Suami Saat Hendak Pulang
alwi

Related Posts

Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Regional

Tak Ada Penerbangan ke Palembang, Percuma Status Bandara Internasional

10/10/20267 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,849 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,724 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,695 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?