RELUNG.ID– Musim kemarau yang telah berlangsung selama hampir enam bulan mulai memicu krisis air bersih di Kota Pagar Alam. Sedikitnya dua kecamatan, yakni Dempo Tengah dan Dempo Selatan, mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih setelah sumur-sumur warga mengering.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa mengambil air dari sumber mata air maupun aliran Sungai Lematang yang masih mengalir.
Zuhairi (55), warga Dusun Darang Dalo, Kecamatan Dempo Tengah, mengatakan dirinya bersama warga lain kini harus mengambil air menggunakan jeriken dari mata air di dusun tetangga yang berjarak sekitar lima kilometer.
Menurutnya, kondisi tersebut sudah berlangsung sejak sumur-sumur warga mengering akibat kemarau berkepanjangan.
“Terpaksa angkut air setiap hari dari mata air dusun tetangga. Itupun harus rebutan dengan warga dari dusun lain,” keluh Zuhairi, Senin (3/8/2026).
Ia juga menyayangkan jaringan pipa PDAM yang telah terpasang sejak belasan tahun lalu hingga kini belum dapat dimanfaatkan karena belum dialiri air.
Kondisi serupa dialami warga Kecamatan Dempo Selatan. Mathan (60), warga Dusun Tanah Pilih, mengatakan sebagian besar masyarakat di wilayahnya mengandalkan aliran Sungai Lematang untuk kebutuhan mandi, mencuci, hingga air bersih sehari-hari.
“Setiap tahun memang seperti ini karena cuma air Sungai Lematang yang bisa kami andalkan untuk kebutuhan air sehari-hari,” ujarnya.
Untuk mengurangi dampak krisis air bersih, Pemerintah Kota Pagar Alam melalui PDAM mulai menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki ke sejumlah wilayah yang terdampak.
Setiap hari, mobil tangki berkapasitas 16 ton dikerahkan untuk mendistribusikan air bersih secara bergilir ke permukiman warga yang mengalami kekurangan pasokan air.
Sementara itu, Wali Kota Pagar Alam mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan langkah jangka panjang melalui pembangunan dan rehabilitasi Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) di Dusun Bandar.
Proyek senilai Rp1 miliar tersebut ditargetkan mulai dikerjakan pada 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat.
“Proyek strategis ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan pelayanan dasar kepada masyarakat, khususnya pemenuhan kebutuhan air bersih. Kehadiran infrastruktur baru ini diharapkan mampu menjawab persoalan yang selama bertahun-tahun dirasakan warga, terutama ketika debit sumber air menurun akibat musim kemarau,” kata Wali Kota.
Menurutnya, keberadaan instalasi pengolahan air minum yang lebih baik diharapkan mampu meningkatkan kualitas distribusi air bersih sekaligus memperkuat ketahanan pasokan air bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Dempo Selatan.
Pemerintah berharap proyek tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang atas persoalan krisis air bersih yang hampir setiap tahun terjadi saat musim kemarau dan mengganggu aktivitas masyarakat.[TFK]

