RELUNG.ID – Berdasarkan Lembaga Survei Kesehatan Indonesia (SKI) setidaknya ada sekitar 6,7 juta penduduk Indonesia yang mengidap penyakit hepatitis.
Dimana, hepatitis merupakan peradangan hati yang disebabkan infeksi virus salah satunya kerap minuman beralkohol.
Hal ini diungkapkan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Kemenkes RI, dr Imran Pambudi.
“6,7 juta itu semuanya, hepatitis tipe A, B, C dan E,” katanya.
Dia menjelaskan, di beberapa kasus Hepatitis tidak memiliki gejala. Namun, untuk gejala ringan itu ditandai dengan demam, nyeri sendi dan sakit perut. Sedangkan, untuk gejala berat ditandai dengan muntah-muntah, diare, demam dan masalah pernapasan.
“Sejauh ini yang teregistrasi di rumah sakit itu hanya 56 ribu orang, dan itu sangat kecil, selain itu mungkin juga pencatatannya belum bagus, ” terangnya.
Saat ini skrining hanya dilakukan kepada ibu-ibu hamil dan beberapa kelompok resiko tinggi. Tentunya masih perlu disosialisasikan, setidaknya satu kali semasa kehamilan.
“Skrining juga dilakukan kepada kelompok- kelompok tertentu seperti penderita HIV, Lembaga Pemasyarakatan, pengguna jarum suntik juga bisa dilakukan,” tambahnya.
Dari catatan satu tahun, Imran menyebutkan bahwa ada sekitar 4,9 juta orang yang hanya bisa diskrining. Angka itu hanya sekitar 70 persen. Padahal, dari Dinkes sendiri sudah menyediakan rapid antigen,
“Balik lagi memang ini harus disosialisasikan bahwa skrining itu penting banyak orang orang menghindari skrining takut ketahuan kalau sakit,” pungkasnya. (DNP)

