RELUNG.ID – Tata Kelola Pemerintahan di Sumsel kerap menjadi sasaran Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Karena itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) harus mengikuti prosedur bukan untuk kepentingan pribadi.
Herman Deru mengatakan, OTT yang dilakukan KPK di Sumsel mungkin hanya kebetulan, namun ini tetap harus menjadi pembelajaran bagi setiap daerah di Sumsel agar lebih berhati-hati dalam menyelenggarakan kewenangan dan mengelola keuangan.
“Penyelenggaraan kewenangan dan mengelola keuangan yang menjadi tanggung jawab kita harus sesuai dengan prosedur, jangan berpikir untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.
Dia pun enggan berspekulasi lebih jauh terkait OTT KPK yang terjadi di OKU beberapa waktu lalu. Mengingat, dia tidak memiliki informasi konkret mengenai sistem implementasi pokok-pokok dewan di daerah tersebut.
“Mungkin lebih pantas tanya langsung (Pemkab OKU), ” singkatnya.
Seperti diketahui, KPK melakukan OTT di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) beberapa waktu lalu, dari OTT tersebut KPK menangkap delapan orang, di mana enam diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.
Dalam OTT di OKU ini, KPK juga menyita barang bukti uang sebesar Rp2,5 miliar. (THQ)

