RELUNG.ID- Warga di kawasan Warakas, Jakarta Utara, memiliki cara tersendiri untuk bertahan menghadapi banjir yang kerap melanda lingkungan mereka.
Salah satunya dilakukan Shofa, yang memilih membangun ranjang dari cor-coran beton agar tidak mudah rusak saat rumahnya terendam air.
Ranjang beton tersebut bahkan dilapisi keramik agar mudah dibersihkan setelah banjir surut.
Shofa mengaku keputusan itu diambil setelah pengalaman pahit menggunakan ranjang kayu yang rusak akibat banjir pada 2015 lalu.
“Dulu pakai ranjang kayu, terus jadi reyot karena kena banjir. Makanya saya bikin cor-coran. Pakai besi juga sama, kalau kena banjir rusak,” kata Shofa saat ditemui di rumahnya di Warakas, Selasa (13/1/2026).
Meski biaya pembuatan ranjang cor-coran lebih mahal, Shofa menilai pilihan tersebut lebih efisien dalam jangka panjang. Menurutnya, ranjang beton jauh lebih awet meski terendam banjir berulang kali.
“Kalau habis banjir kan biasanya ranjang jadi rusak, dekil, dan repot dibersihin. Kalau yang ini tinggal dilap saja sudah bersih,” ujarnya.
Di rumahnya, Shofa kini memiliki dua ranjang beton, masing-masing berada di kamar tidur miliknya dan kamar anaknya. Proses pembuatannya pun membutuhkan banyak material urukan berupa puing-puing bangunan yang kemudian dicor menyesuaikan ukuran kasur.
“Yang punya saya habis satu truk urukan, yang anak saya sekitar satu setengah truk,” jelasnya.
Tinggi ranjang beton tersebut sekitar 50 sentimeter. Namun pada banjir terakhir, ketinggian air masih melebihi ranjang sehingga kasur tetap terendam.
“Kemarin kasur masih kerendam, airnya setinggi sepinggul,” ucap Shofa.
Meski demikian, Shofa tetap menilai ranjang beton menjadi solusi paling masuk akal untuk bertahan di tengah kondisi lingkungan yang kerap dilanda banjir. Baginya, langkah tersebut setidaknya mampu mengurangi kerugian akibat perabot rumah tangga yang rusak setiap kali air datang.[YKP]

