RELUNG.ID – Sebuah video yang mengungkap dugaan keterlibatan oknum TNI dalam pengawalan angkutan batu bara viral di media sosial.
Potongan video yang diunggah akun TikTok @d_w9497 memperlihatkan pengakuan sejumlah sopir truk yang menyebutkan adanya pengawalan oleh anggota TNI berinisial P dan S untuk melintasi rute dari Tanjung Enim hingga Martapura, bahkan sampai Lampung.
Dalam salah satu video, seorang sopir mengaku dikawal oleh oknum TNI berinisial P. Sopir tersebut menyatakan tidak mengetahui apakah pengawalan tersebut dilakukan secara sah.
“Iya, bawa batu bara. Kawalan P,” ujar sopir yang terekam dalam video.
Sopir lain, bernama Wayan, juga menyebutkan dirinya mendapatkan pengawalan dari seorang oknum TNI berinisial S. Pengawalan tersebut dilakukan untuk menghindari pos-pos di wilayah Martapura yang diduga menjadi lokasi pungutan liar (pungli).
“Saya bawa batu bara. Pengawalnya dari Tanjung sampai Lampung, Pak S Kodam, tentara,” ungkap Wayan.
Kasat Reskrim Polres OKU Timur, AKP Mukhlis menyatakan, pihaknya belum menerima laporan terkait dugaan pengawalan oleh oknum TNI tersebut.
“Kita belum monitor dan memang belum ada laporan yang masuk ke kita. Nanti kita lakukan penyelidikan dulu ya,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Sabtu (1/2/2025).
Sementara itu, Kapendam II/Sriwijaya, Kolonel Inf Paiman, menegaskan anggota TNI tidak diperbolehkan melakukan pengawalan terhadap perusahaan atau individu, kecuali terkait objek vital nasional.
“Kita telusuri nanti. Kalau pengawalan truk batu bara, itu tidak diperbolehkan. Pengawalan oleh TNI hanya boleh untuk objek vital nasional yang resmi,” jelasnya.
Praktik pungli di sepanjang jalur Martapura sebelumnya memang telah menjadi sorotan dalam beberapa bulan terakhir. Aparat Polres OKU dan Polres OKU Timur beberapa kali telah mengamankan warga yang diduga terlibat pungli terhadap sopir truk batu bara. (AMZ)

