RELUNG.ID- FT (7), siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 150 Palembang, Kecamatan Gandus, yang sebelumnya viral karena mengalami luka memerah di bagian mata, kini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Bari Palembang, Selasa (4/11/2025).
Sebelumnya, Sukrisnawati (40), ibu kandung FT, telah resmi melaporkan kasus tersebut ke SPKT Polrestabes Palembang. Laporan itu dilayangkan setelah dugaan kekerasan yang dialami anaknya ramai diperbincangkan di media sosial.
Tim penasihat hukum korban dari LBH Bima Sakti mengungkapkan bahwa kondisi FT berangsur membaik dan sudah mulai mau berinteraksi dengan orang di sekitarnya.
“Anaknya sudah mulai mau diajak bicara,” ujar Conie Pania Putri, Wakil Direktur LBH Bima Sakti, Selasa (4/11/2025).
Conie meminta masyarakat agar tidak berspekulasi atau menyebarkan asumsi sebelum hasil pemeriksaan resmi keluar. Ia menegaskan, kasus ini masih dalam proses penyelidikan oleh Unit PPA Satreskrim Polrestabes Palembang.
“Kasus ini sudah dilaporkan dan sedang ditangani oleh penyidik Unit PPA. Apakah nanti mengarah pada dugaan tindak pidana penganiayaan atau bukan, itu belum bisa disimpulkan,” jelasnya.
Menurut Conie, penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi dan mendatangi pihak sekolah tempat FT menimba ilmu.
“Penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi dan mendatangi sekolah. Semua perlu pembuktian apakah memang ada tindakan kekerasan di lokasi atau tidak,” ujarnya.
Lebih lanjut, LBH Bima Sakti menyebut pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim dokter terkait kondisi medis FT. Pemeriksaan dilakukan oleh dokter spesialis mata, psikolog anak, serta ahli tumbuh kembang.
“Saat ini FR masih diobservasi oleh tim medis. Yang paling utama bagi kami adalah memastikan kondisi kesehatan anak dalam keadaan stabil,” tegas Conie.
Sementara itu, M. Novel Suwa, selaku penasihat hukum korban juga mengimbau masyarakat untuk bersikap bijak dan tidak menghakimi pihak manapun sebelum ada hasil resmi dari penyidik maupun dokter.
“Kita kedepankan asas praduga tak bersalah. Kami harap masyarakat bijak menanggapi kasus ini, apalagi yang dikaitkan dengan guru,” ujarnya.[DNP]

