RELUNG.ID — Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah menyetujui penjualan senjata senilai USD 2,2 miliar (sekitar Rp 34,2 triliun) kepada Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) sebagai bentuk dukungan bagi sekutu-sekutunya dalam menghadapi ancaman dari Iran dan proksi-proksinya.
Rincian Penjualan Senjata
– Arab Saudi:
– Rudal Hellfire dan Sidewinder
– Amunisi untuk artileri, tank, dan senapan mesin
– Total nilai: lebih dari USD 1 miliar
– Uni Emirat Arab (UEA):
– Sistem roket berpemandu GMLRS
– Rudal jarak jauh ATACMS
– Paket pelatihan dan dukungan
– Total nilai: USD 1,2 miliar
Pada Agustus 2023, Presiden Joe Biden mencabut pembatasan penjualan senjata ke Arab Saudi. Langkah ini merupakan bagian dari strategi AS untuk menekan Riyadh agar menghentikan keterlibatannya dalam konflik melawan pemberontak Houthi di Yaman.
– Houthi, dengan dukungan dari Iran, telah melancarkan serangan di Laut Merah, yang menjadi jalur penting bagi perdagangan internasional.
– Konflik ini semakin dipengaruhi oleh ketegangan antara Iran dan Israel, terutama setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel. Hamas dan Houthi dianggap sebagai proksi Iran, yang meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi konflik di kawasan.
Kontraktor Utama
– RTX Corp (pembuat rudal Sidewinder)
– Lockheed Martin Corp (pembuat senjata lainnya)
Kesepakatan ini masih membutuhkan persetujuan final dari Kongres AS. Namun, jika tidak ada penolakan, kontrak dapat segera dinegosiasikan dengan nilai akhir yang mungkin lebih rendah dari batas maksimum yang disetujui.[TRA]

