RELUNG.ID- Nama Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rosario Marshal, kembali menjadi sorotan usai pernyataannya yang kontroversial menyebut Letjen TNI (Purn) Sutiyoso sebagai “bau tanah”.
Pernyataan itu memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang menyebut Hercules sebagai “preman berbaju ormas”.
Meski awalnya menolak meminta maaf, Hercules akhirnya melunak setelah dihubungi langsung oleh Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman.
Dudung yang juga merupakan purnawirawan TNI meminta Hercules untuk meminta maaf kepada Gatot Nurmantyo dan eks Danjen Kopassus, Mayjen (Purn) Yayat Sudrajat. Permintaan itu langsung dipenuhi oleh Hercules. Bahkan, ia menyatakan ormas-ormas yang kerap membuat ulah sebaiknya dibubarkan.
Namun, pernyataan tersebut justru berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan. Di saat Hercules menyuarakan penertiban ormas premanisme, anak buahnya justru kembali berulah.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jawa Tengah Kombes Pol Dwi Subagio mengungkapkan, empat orang yang mengaku sebagai anggota GRIB Jaya ditangkap karena terlibat kasus perusakan pagar milik PT KAI di Semarang.
“Empat pelaku ditangkap setelah terekam CCTV saat merusak dan mengambil material pagar seng dan galvalum milik PT KAI di lahan kosong,” kata Dwi dalam keterangannya, Senin (19/5/2025).
Diketahui, pagar tersebut dipasang oleh PT KAI Daop IV Semarang sejak Juli 2024 untuk menandai kepemilikan lahan. Namun pada Desember 2024, pagar itu dirusak oleh sekelompok orang yang kemudian mengambil material besi pagar.
“Modus operandi para pelaku adalah bersama-sama merusak pagar dan mengambil materialnya tanpa izin. Perbuatan itu kini telah ditindaklanjuti dan para pelaku sedang menjalani proses hukum,” tegas Dwi.[YKP]

