RELUNG.ID – Program pembiayaan modal usaha bagi pelaku UMKM di Kota Palembang masih menemui kendala. Hampir separuh dari seribu calon penerima gagal lolos verifikasi akibat riwayat kredit bermasalah.
Direktur Operasional Bank BPR Palembang, Slamet, menyebut sekitar 50% pendaftar tercatat memiliki tunggakan pinjaman online atau layanan paylater. “Saat dicek melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK, statusnya bermasalah sehingga pengajuan ditolak,” ujarnya, Selasa (9/9/2025).
Ia menekankan pentingnya menjaga riwayat kredit tetap bersih karena semua tercatat di sistem OJK. “Bukan hanya program ini yang terhambat, kredit macet juga bisa menutup peluang pembiayaan di bank manapun,” tambahnya.
Sebelumnya, Pemkot Palembang menyalurkan fasilitas pembiayaan modal usaha sebesar Rp5 juta bagi UMKM. Program ini memberikan subsidi bunga 10%, sehingga debitur hanya menanggung bunga 2% dengan tenor 12 bulan. Bahkan, jika cicilan dibayar tepat waktu, pelaku usaha berhak mendapat cashback hingga pinjaman menjadi bebas bunga.
Pinjaman diberikan tanpa agunan, tanpa biaya provisi maupun administrasi, dengan cicilan Rp425 ribu per bulan. Syarat utama antara lain warga Palembang ber-KTP dan KK, memiliki NIB, tidak sedang berutang di bank lain, serta bebas catatan kredit macet.
Pengajuan wajib disertai rekomendasi lurah dan camat sebelum diverifikasi Dinas Koperasi dan UMKM.
“Jika lolos seleksi, pencairan bisa dilakukan hanya dalam satu minggu,” jelas Slamet.[THQ]

