RELUNG.ID– Kualitas udara di Kota Palembang sempat berada dalam kategori kuning di tengah meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera Selatan (Sumsel).
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, kondisi kualitas udara di Kota Palembang terus dipantau melalui alat pengukur Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Menurutnya, alat pemantau kualitas udara yang berada di kawasan Simpang Lima DPRD Sumsel kini telah kembali berfungsi dengan baik setelah sebelumnya sempat mengalami gangguan.
“Kualitas udaranya saya sudah minta Dinas Lingkungan Hidup karena kemarin sempat tidak berfungsi. Sekarang di Simpang Lima DPRD sudah berfungsi dengan baik,” kata Ratu Dewa saat ditemui di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Jalan Tasik, Selasa (11/8/2026).
Ratu Dewa menjelaskan, kondisi kualitas udara di Palembang saat ini masih fluktuatif. Pada pagi hari, kualitas udara sempat berada dalam kategori baik, namun kemudian berubah menjadi kategori kuning.
“Secara rata-rata kualitas saya lihat dalam kondisi baik,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat dapat memantau kondisi kualitas udara secara langsung melalui indikator warna yang terdapat pada alat pemantau di kawasan Simpang Lima DPRD Sumsel.
Indikator tersebut menggunakan warna untuk menggambarkan kondisi kualitas udara, mulai dari hijau hingga kuning dan merah.
“Masyarakat silakan melihat di sana, sembari melihat aplikasi yang ada secara online. Tetapi secara kasat mata itu bisa dilihat di sana dan sudah berfungsi sehingga bisa diketahui kondisi udara,” katanya.
Meski kualitas udara masih dinilai relatif baik secara rata-rata, Ratu Dewa meminta masyarakat tetap waspada terhadap perubahan kondisi udara, terlebih saat karhutla terjadi di sejumlah wilayah Sumsel.
Ia juga meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memperburuk kualitas udara maupun memicu kebakaran di lingkungan permukiman.
Salah satunya dengan tidak membakar sampah secara sembarangan.
“Saya sudah mendorong lurah, camat, termasuk RT dan RW, jangan bakar sampah sembarangan karena ini berpotensi terjadinya kebakaran dan juga udara yang tidak sehat,” tegasnya.
Ratu Dewa mengajak seluruh masyarakat Palembang untuk ikut menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.
Ia menekankan pencegahan kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat di tingkat lingkungan.
“Jadi saya mengajak seluruh masyarakat Kota Palembang untuk hati-hati dan tidak membakar sampah sembarangan,” pungkasnya.[DSK]

