RELUNG.ID – Rho Motion, sebuah konsultan riset kendaraan EV merilis laporan terbarunya terkait dengan penjualan kendaraan listrik di tahun 2024.
Berdasarkan laporan, penjualan kendaraan listrik mengalami pertumbuhan yang luar biasa di tahun 2024 lalu.
Dikutip dari website resminya, penjualan mobil listrik tidak mengalami perlambatan. Bahkan, telah mencetak rekor baru di hampir setiap wilayah di seluruh dunia.
Hanya saja, ada beberapa wilayah yang mengalami penurunan sebesar 3 persen karena penghentian insentif mobil listrik di Jerman.
Menurut data Rho Motion, secara global mobil plug in ini terjual sekitar 17,1 juta di tahun 2024. Hal ini meningkat pesat dibandingkan tahun 2023 dengan penjualan 13,6 juta pada. Sedangkan, tahun 2022 yaitu sebanyak 10,4 juta.
Dilihat dari angka tersebut, membuktikan terjadi pertumbuhan sebesar 3,5 juta unit pada tahun 2024 dan lebih banyak 3,2 juta unit dibandingkan tahun 2023 lalu.
Dengan meningkatnya penjualan kendaraan EV tentunya akan menurunkan penjualan mobil berbahan bakar dalam waktu jangka panjang.
Penjualan mobil BBM global mencapai puncaknya pada tahun 2017 dan belum pulih sejak saat itu.
Karena itu, Rho Motion berpendapat masa depan kendaraan listrik tetap cerah. Teknologi terus berkembang; model-model baru menawarkan jarak tempuh yang lebih jauh, waktu pengisian daya yang lebih cepat, dan kinerja yang lebih baik. Biaya baterai akhirnya turun, dan infrastruktur pengisian daya global terus berkembang.
Kendaraan listrik adalah langkah penting menuju masa depan yang berkelanjutan, bukan hanya tren sesaat. Kita dapat mengurangi ketergantungan kita pada bahan bakar fosil, dan meningkatkan kualitas udara dengan menggunakan kendaraan listrik. (AAL)

