RELUNG.ID – Di musim kemarau ini, kondisi lahan mulai mengalami kekeringan, khususnya di wilayah Lubuklinggau II yang berdekatan dengan Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS)
Karena itu, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Penyelamatan dan Penghilangan Bencana kota Lubuklinggau mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan.
Hal ini diungkapkan Kabid Penanggulangan Bencana Dinas Damkar, Penyelamatan dan Penanggulangan Bencana Lubuklinggau, Suryo Amrinata.
Dia mengatakan, fenomena cuaca ekstrim El Nino Godzila yang diperkirakan sampai dengan bulan September, pihaknya mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar lahan, baik sampah maupun semak belukar.
“Sebab itu berpotensi terjadinya rembetan kebakaran yang lebih besar,” katanya, Kamis, 23 Juli 2026.
Selain itu, pihaknya juga mengantisipasi jangan sampai terjadi kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Lubuklinggau Barat II yang berdekatan dengan kawasan TNKS. Sebab pihaknya menyebut, lahan yang terdapat di TNKS banyak alami kekeringan.
“Nah kita harapkan juga kepada warga sekitar TNKS jangan sekali-sekali ada yang membakar lahan atau semak belukar,” ujarnya.
Menurut Suryo, apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan dikawasan TNKS, maka dampaknya sangat besar. Sebab, apabila hal tersebut terjadi, pihaknya akan alami kesulitan dan hal proses pemadaman, kemudian rembetannya akan cepat.
Pihaknya juga mengaku telah melakukan penataan daerah di Lubuklinggau yang termasuk rawan terjadi karhutla (kebakaran hutan dan lahan). Meliputi wilayah Kelurahan Sumber Agung, arah ke Petanang Ulu, daerah Taba Baru dan Belalai II.
Kemudian daerah rawan lainnya yaitu, wilayah Lubuklinggau Timur meliputi jalan poros di Kelurahan Lestari sampai dengan Taba Jemekeh. Sementara itu untuk wilayah Lubukkinggau Barat I meliputi daerah Lubuk Tanjung, Kayu Ara sampai ke Sukajadi, serta jalan poros di lingkar barat.
“Jadi menghadapi musim kemarau ini, kita memiliki tim untuk mengantisipasi kebakaran itu. Jadi seluruh petugas yang ada di Damkar itu standby 24 jam untuk mengantisipasi kebakaran lahan,” timpalnya.
“Jadi kami ada lima pos, baik itu penanggulangan kebakaran lahan dan hutan maupun penanggulangan bencana,” pungkasnya. (NSR)

