RELUNG.ID – Pemerintah Kabupaten Banyuasin menyegel lahan yang diduga mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Rengit, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa (13/10/2026). Salah satu lokasi yang disegel berada di sekitar area PT Swadaya Indopalma, perusahaan yang disebut sebagai anak usaha Wilmar Group.
Penyegelan dilakukan Bupati Banyuasin Askolani bersama Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud. Langkah tersebut diambil setelah inspeksi mendadak terhadap lahan yang terbakar dan ditemukan indikasi dugaan kesengajaan serta kelalaian dalam penanganan karhutla.
“Setelah dilakukan sidak, jelas tadi saya lihat ada unsur kesengajaan dan kelalaian dari lahan yang terbakar. Lahan dari PT Swadaya Indopalma, sudah saya ingatkan atas penyalahgunaan aturan bahwa lima kilometer dari perusahaan itu menjadi tanggung jawab perusahaan,” kata Askolani.
Askolani menegaskan, penyegelan merupakan langkah pemerintah terhadap lahan yang diduga dibakar secara sengaja atau tidak ditangani secara semestinya sehingga memicu kebakaran.
Ia juga membuka kemungkinan mengambil alih lahan tersebut sesuai ketentuan yang berlaku apabila dugaan kelalaian terbukti.
“Saya atas arahan Gubernur Sumsel Bapak Herman Deru bersama Pak Danrem serta Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sumsel dengan tegas akan melakukan penyegelan pada semua lahan yang melakukan pembakaran secara sengaja,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menindak lokasi-lokasi yang terindikasi menjadi sumber kebakaran. Namun, dugaan pelanggaran di lokasi yang disegel masih perlu didalami melalui proses penyelidikan dan pemeriksaan sesuai ketentuan hukum.
Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud, didampingi Dandim 0430/Banyuasin Letkol Inf Handoyo Yudi Prasetyo, meminta perusahaan memastikan kesiapan tim khusus penanggulangan kebakaran di wilayah konsesinya.
Menurut Khabib, keberadaan tim pemadam internal sangat penting agar perusahaan dapat segera merespons ketika kebakaran muncul. Penanganan dini dan koordinasi dengan pemerintah serta petugas gabungan diperlukan untuk mencegah api meluas.
“Kita harus bersama, bersinergi dalam penanganan karhutla, tidak hanya peran pemerintah, tapi juga masyarakat dan pelaku usaha bersama. Saat ini, Sumsel nomor dua tertinggi setelah Kalimantan, tercemarnya udara karena kabut asap disebabkan karhutla. Jadi, mari kita bekerja sama dalam penanganan karhutla di Sumsel,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino mengatakan, lahan yang telah disegel akan ditindaklanjuti melalui penyelidikan untuk mengungkap dugaan pelanggaran yang terjadi.
“Kepolisian akan mendalami dugaan pelanggaran di lokasi tersebut untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab serta langkah hukum yang dapat diterapkan,” ujarnya.[YKP]

