RELUNG.ID – Eksistensi mobil listrik di Indonesia mulai mengalami peningkatan seiring dengan kesadaran masyarakat akan efisiensi dan teknologi yang lebih canggih.
Hal ini dikarenakan mobil listrik dinilai lebih hemat, canggih dan juga ramah lingkungan.
“Saya pernah pakai mobil biasa, sehari bisa habis Rp350 ribu. Pakai yang hybrid sekitar Rp250 ribu. Nah, pakai mobil listrik cuma Rp150 ribu per hari,” kata driver taksi online yang menggunakan mobil listrik, Kamis (20/2).
Dia mengaku mulai beralih dari mobil konvensional ini sejak dua bulan lalu. Karena menurutnya lebih hemat dari kendaraan hybrid.
Dari sisi pengisian daya, hanya perlu melakukan charging dua kali sehari, saat daya tersisa 35 persen.
Dengan fasilitas fast charging, baterai bisa terisi penuh dalam waktu satu jam dan mampu menempuh jarak lebih dari 400 kilometer.
Selain efisiensi biaya, ia juga menyoroti keunggulan teknologi yang ditawarkan mobil listrik. Dibandingkan mobil konvensional dengan harga yang sama.
“Mobil listrik ini lebih canggih. Ada fitur self-control yang bisa mengikuti marka jalan, dan sistem peredamannya juga lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID S2JB, Iwan Arissetyadhi mengatakan, tren mobil listrik di Indonesia terus mengalami pertumbuhan, didorong oleh meningkatnya infrastruktur pengisian daya.
“Masyarakat bisa semakin yakin menggunakan mobil listrik. PLN tentunya terus mendorong peningkatan kualitas dan lyanan infrastruktur lengisian daya. Selain lebih hemat dan modern, penggunaan mobil listrik juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon, sejalan dengan target Indonesia dalam mencapai net zero emission.” singkatnya. (CKM)

