RELUNG.ID – Toyota Motor Corporation secara resmi mengumumkan bahwa produksi Toyota Supra generasi kelima (A90/A91) akan berakhir pada Maret 2026.
Kabar ini menandai akhir dari era modern mobil sport legendaris yang telah menjadi ikon otomotif selama lebih dari empat dekade.
Menurut pernyataan Toyota, unit Supra terakhir akan meninggalkan jalur produksi di pabrik Magna Steyr, Graz, Austria, tempat mobil ini diproduksi bersama BMW Z4.
Dengan demikian, pembeli hanya memiliki waktu sekitar enam bulan untuk melakukan pemesanan khusus, meskipun Toyota memperingatkan bahwa slot pesanan kemungkinan akan ditutup lebih awal karena tingginya permintaan.
Supra generasi kelima, yang memulai debut globalnya pada Januari 2019, merupakan hasil kerja sama antara Toyota dan BMW. Mobil ini berbagi platform dan mesin dengan BMW Z4.
Bersamaan dengan berakhirnya produksi Supra, BMW juga akan menghentikan produksi Z4 pada tahun 2026. Hingga saat ini, tidak ada rencana lanjutan untuk kolaborasi serupa antara kedua pabrikan tersebut.
Model A90 Final Edition, yang baru-baru ini diperkenalkan, menghadirkan sejumlah penyempurnaan pada suspensi, sistem kemudi, dan diferensial untuk meningkatkan pengalaman berkendara.
Meski demikian, versi Amerika Serikat tidak mengalami peningkatan tenaga, berbeda dengan versi Jepang yang naik menjadi 429 hp (435 PS).
Di pasar AS, Supra masih mengandalkan mesin turbo enam silinder 3.0 liter buatan BMW yang menghasilkan 382 hp (387 PS), dengan pilihan transmisi manual enam percepatan atau otomatis delapan percepatan ZF.
Toyota juga sempat menawarkan varian empat silinder 2.0 liter turbo bertenaga 255 hp (258 PS), namun opsi tersebut dihentikan pada akhir tahun model 2024.
Meski produksi model saat ini akan berakhir, Toyota menegaskan bahwa nama besar Supra tidak akan hilang. Mobil sport ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1978 sebagai varian kelas atas dari Toyota Celica, sebelum menjadi model mandiri yang legendaris.
Rumor yang beredar menyebutkan Toyota tengah mempersiapkan generasi baru Supra yang direncanakan meluncur pada 2027.
Model tersebut dikabarkan akan tetap mempertahankan konfigurasi mesin depan dan penggerak roda belakang (FR layout), namun akan menggunakan platform dan mesin 2.0 liter turbocharged buatan Toyota sendiri, dengan tenaga sekitar 394 hp (400 PS) — menggantikan mesin BMW yang digunakan pada generasi sekarang.
Berakhirnya produksi Supra juga berdampak pada peta persaingan mobil sport Jepang. Nissan Z, rival terdekatnya, berhasil melampaui Supra dalam penjualan di pasar Amerika Serikat tahun ini.
Data penjualan per Oktober 2025 menunjukkan bahwa Nissan Z terjual lebih dari 4.800 unit, sementara Toyota Supra hanya mencatat 2.009 unit. (LWM)

