RELUNG.ID – Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Cabor Sumsel (FSCSS) mendatangi Sekretariat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel, Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan IT I Palembang, Rabu (9/4) siang.
Kedatangan massa ini untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mosi tidak percaya atas kepengurusan KONI Sumsel serta mendesak Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) pemilihan ketua umum yang baru.
Ketua Umum FSCSS Lidayanto mengatakan, kehadiran mereka yakni pelaku olahraga, pengurus cabor, pelatih, atlet, dan juga pengurus KONI untuk menyamlaikan aspirasi berdasarkan ketentuan anggaran dasar KONI Pasal 29.
“Kami melihat ada beberapa pelanggaran prinsip dan anggaran KONI Sumsel yang dilakukan oleh Ketum dan teman-teman. Tentang pelanggaran persyaratan calon ketua terpilih, seperti di form A harus berdomisili di Palembang,” kata dia selepas orasi.
Lidayanto menjelaskan, Ketua Umum KONI Sumsel Yulian Gunhar merupakan anggota DPR RI. Tentu dengan kesibukannya itu tidak bisa menghadiri setiap kegiatan organisasi. Apalagi, di dalam surat pernyataan yang ditandatangani bersedia meluangkan waktu.
“Menurut kami satu tahun ini, karena intensitas kegiatan beliau sangat luar biasa, tentu tidak bisa secara konsisten disini. Oleh karena itu kami berpikir dan beranggapan secara tidak sengaja walau itu sudah tidak aktif,” tambah Lidayanto.
Masih dikatakan oleh Lidayanto, pihaknya pun mendesak agar segera dilakukan Musprovlub pergantian ketua umum.
“Oleh karena itu untuk membantu tugas beliau di DPR RI, kami berharap agar segera dilaksanakan Musprovlub agar beliau melepaskan jabatannya sebagai ketua KONI Sumsel dan teman-teman agar bisa berjalan sesuai aturan mekanisme organisasi,” jelas dia.
Sementara Sekretaris Umum KONI Sumsel Tubagus Sulaiman, menyebut pihaknya telah menerima sejumlah surat dan akan melakukan verifikasi terhadap keabsahan dokumen tersebut.
“Beberapa surat bertanggal Desember 2023 bahkan ada yang bertanggal Desember 2024, padahal kami baru dilantik Desember 2023. Ini perlu kami klarifikasi,” tegasnya.
Tubagus menambahkan, dari hasil pengecekan awal, tidak sampai 30 cabor yang sah memberikan dukungan pada mosi tersebut, dan sebagian ditandatangani oleh pengurus non-ketua atau oleh pengurus dengan masa jabatan yang sudah habis. “Kami akan panggil dan klarifikasi seluruh cabor yang terlibat,” tambahnya.
Lebih lanjut Tubagus mengungkapkan, terkait pelaksanaan Porprov, pihaknya memiliki tim verifikasi untuk cabor cabor yang akan di dipertandingkan usulan dari Muba itu ada 35 cabor yang akan dipertandingkan ke Porprov berdasarkan standar olahraga Olimpiade, SEA Games, dan Asian Games.
Yang diverifikasi itu mencakup, pengcab nya ada beberapa jumlah yang ada di daerah, kalau jumlahnya sedikit bagaimana kita untuk mengajak nya ikut serta dalam pertandingan tersebut, terkait Porprov ini harus ada kerjasama dengan pengprov untuk membentuk wasit juri dan lain lain,
“Kami juga sudah beraudiensi dengan Gubernur, dan beliau ingin Porprov kali ini lebih meriah dibanding sebelumnya di Lahat, tanpa ada praktik jual beli atlet,” pungkasnya. (DNP)

