RELUNG.ID – Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) masuk dalam 10 besar kabupaten/kota yang ditetapkan status siaga bencana di wilayah Sumsel.
Hal ini menyusul potensi curah hujan tinggi yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumsel.
“Kita harus siap siaga yang tinggi dari tahun sebelumnya,” kata Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, Senin (22/12/2025).
Dia menjelaskan, tingginya curah hujan menyebabkan debit air sungai naik. Hal tersebut berdampak bagi masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai.
Muchendi mengimbau agar fokus mengantisipasi potensi bencana meteorologi akibat cuaca ekstrem. Para petugas yakni, BPBD, TNI dan Polri diminta terus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat.
Selain itu, Muchendi mengingatkan agar koordinasi lintas sektor tetap terjaga untuk mengantisipasi bencana yang akan terjadi di musim cuaca ekstrem ini.
“Hingga saat ini, kami sudah mendapatkan laporan di kecamatan yaitu, air itu sudah naik. Bahkan ada juga yang mengakibatkan rumah roboh seperti di SP Padang beberapa hari lalu,” kata Muchendi, Senin (22/12).
Sementara itu, Sekretaris BPBD OKI, Nova Triyusanto mengatakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi atau peringatan dini potensi bencana yang disebabkan meningkatnya curah hujan.
Nova juga mengatakan, intensitas hujan yang tinggi telah terjadi sejak November lalu hingga Februari mendatang.
“Kami sudah memberikan sosialisasi di berbagai jejaring media sosial kepada masyarakat OKI. Kami juga menyediakan call center di tiap-tiap wilayah OKI,” ujarnya.
Dalam peta rawan potensi bencana, BPBD OKI mencatat beberapa kecamatan seperti, Kecamatan Kayuagung, SP Padang, Lempuing, Lempuing Jaya, Mesuji Raya dan beberapa daerah di pesisir seperti, Kecamatan Tulung Selapan rawan potensi terjadi bencana banjir dan tanah longsor.
Sebanyak 30 orang personel satgas aktif dari BPBD sudah ditempatkan di daerah yang sudah dipetakan sebagai daerah rawan bencana di OKI.
“Kami sudah di menempatkan petugas di titik wilayah rawan banjir agar tidak terjadi kekosongan personel di lokasi. Dari 30 orang satgas itu dibagi ke dalam 4 regu dengan masing-masing regu 7 sampai 8 orang,” pungkasnya. (HWJ)

