RELUNG.ID – Wilayah Musi Rawas diakui masih masuk dalam kategori daerah miskin. Karena itu, Pemkab Musi Rawas berencana untuk melakukan pemerataan pembangunan serta peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).
Demikian terungkap dalam Muswayarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kabupaten, Kamis kemarin (11/4).
Bupati Muratara, Devi Suhartoni mengatakan, sebagai Bupati sebelumnya dan insyaallah visi dan misi sudah dipaparkan. Namun, visi dan misi ini tentu ada pergeseran yaitu menyempurnakan dan menyamakan dengan Visi dan Misi bapak presiden Republik Indonesia yaitu Prabowo Subianto maupun Gubernur Sumsel, Herman Deru.
Kemudian, pihaknya akan lebih memfokuskan penbangunan. Selain itu, meningkatkan sumber daya manusia (SDM), keagamaan, ekonomi, kerakyatan, pendidikan dan kesehatan serta infrastruktur tapi yang paling penting adalah ekonomi kerakyatan dan keagamaan.
“Kami masih fokus pembangunan dan juga SDM serta meningkatkan perekonomian kerakyatan,” katanya.
Dia menjelaskan kabupaten Muratara masih dikategorikan daerah miskin. Namun sudah lepas dari kategori tertinggal.
Lanjutnya miskin ini ada korelasi dan pendefinisian yang berbeda dirinya juga beberapa kali mendatangkan teman-teman dari luar untuk mempelajari sosiologinya Kabupaten Muratara ternyata ada definisi antara miskin dan kaya.
Namun dari Tujuh Kecamatan yang ada yaitu Kecamatan Ulu Rawas yang akan difokuskan untuk meningkatkan perekonomian kerakyatan masyarakat.
“Karena untuk Kecamatan Ulu rawas ini terbentur dengan hutan lindung maupun taman Nasional kemudian hutan produksi jadi kita akan fokus kepada peternakan perikanan dua hal itu yang akan kita fokuskan, kemudian sebagaimana program dari bapak presiden,” jelasnya.
Dia juga menegaskan Kabupaten Muratara juga harus berdiri di kaki sendiri untuk kebutuhan pangan dan sandang.
Dirinya juga terus berdiskusi dengan Polri dan TNI, tentunya diskusi tersebut bukan hanya diskusi melainkan untuk mencari jalan keluar dan langka apa yang harus diambil untuk memenuhi kebutuhan pangan dan sandang tersebut.
“Ya kita tidak perlu lagi bergantung dari daerah luar untuk memenuhi kebutuhan pangan, sebab Muratara memiliki ribuan hektare sawah dan itu apabila lahan pertanian itu dimanfaatkan maka kebutuban pangan bisa terpenuhi,” katanya.
Pihaknya juga sudah menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sebanyak 3000 orang yang bekerja di tambang. Namun sayangnya banyak yang tidak tahan karena kurang disiplin dan juga sering menentang aturan.
“Ya mereka itu kebanyakannya tidak tahan karena kurang disiplin dan menentang kebijakan perusahaan,” pungkasnya. (LLM)

