RELUNG.ID- Warga Desa Karang Raja, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Sumatera Selatan digegerkan dengan penemuan sesosok mayat yang mengambang di tepian aliran Sungai Enim, tepatnya di Jalan Lingkar Jembatan Enim III, Dusun VI RT 2 Desa Karang Raja, Rabu (27/5/2026).
Mayat tanpa identitas tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB oleh dua pemuda warga Dusun IV Desa Karang Raja yang sedang berada di sekitar lokasi kejadian.
Mengetahui adanya jasad mengambang di sungai, warga langsung melaporkan penemuan itu kepada kepala desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta pihak kepolisian.
Tak lama setelah menerima laporan, Tim Inafis bersama piket SPKT Polres Muara Enim langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi, dan mengumpulkan barang bukti.
Proses evakuasi jenazah dilakukan oleh Unit Identifikasi Polres Muara Enim dibantu petugas BPBD dan Damkar Muara Enim.
Kasat Reskrim Polres Muara Enim, AKP M Andrian melalui Kaur Identifikasi Bripka Suharianto mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan warga.
“Kita mendapatkan laporan dari masyarakat soal penemuan mayat sehingga Pamapta, Piket Fungsi dan Unit Identifikasi langsung menuju TKP,” ujar Suharianto, Kamis (28/5/2026).
Ia menjelaskan, kondisi jasad sudah sulit dikenali sehingga identitas maupun jenis kelamin korban belum dapat dipastikan.
“Mayat tersebut tidak dapat dikenali lagi, tampak tulang belulang dan diperkirakan sudah dalam kondisi lebih dari tiga hari,” jelasnya.
Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban serta penyebab kematiannya.
Jenazah kemudian dibawa ke RSUD HM Rabain Muara Enim guna dilakukan pemeriksaan dan proses identifikasi lebih lanjut.
Sementara itu, Kepala Desa Karang Raja, Octa Vianty, mengatakan hingga kini belum ada warga setempat yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi terkait penemuan mayat tersebut dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak kepolisian.
“Biarkan pihak kepolisian bekerja dan melakukan penyelidikan,” kata Octa.
Selain itu, Octa berharap Pemerintah Kabupaten Muara Enim dapat menambah lampu penerangan jalan di sekitar lokasi penemuan mayat karena kondisi kawasan tersebut minim pencahayaan dan cukup gelap saat malam hari.[NVS]

